DINASTI UMAYAH TIMUR
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas
Sejarah dan Kebudayaan Islam semester I kelas A.
Dosen Pengampu :
Dra. Hj. Ummi Kulsum
Di susun oleh Kelompok IV :
Sri Windari (12120004)
Asnawi (12120019)
JURUSAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM
FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
TAHUN AKADEMIK 2012-2013
DINASTI
UMAYAH TIMUR SRIWINDARI
DAN ASNAWI
BAB I
PENDAHULUAN
Dinasti umayah timur adalah sebuah dinasti yang didirikan oleh keturunan Umayah atas rintisan Muawiyah (661-680 M), yang berpusat di Damaskus. Dinasti Umayah timur merupakan fase ketiga dari kekuasaan Islam yang berlangsung selama lebih kurang satu abad (661-750 M). Ciri yang menonjol ditampilkan oleh dinasti Umayah ini adalah perpindahan ibukota dari Madinah ke Damaskus. Kepemimpinan dikuasai militer Arab dari lapisan bangsawan; dan ekspansi kekuasaan Islam yang lebih meluas yaitu pada masa kekuasaan Islam terbentang sejak dari Spanyol, Afrika Utara, Timur Tengah, sampai ke perbatasan Tiongkok. Dengan demikian, selama periode Umayah berlangsung langkah-langkah baru untuk merekonstruksi otoritas dan sekaligus kekuasaan khilafah, dan menerapkan faham golongan bersama dengan elite pemerintah. Kekuasaan Arab menjadi sebuah sentralisasi monarkis.
LATAR BELAKANG MASALAH
Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai sejarah berdirinya Dinasti Umayah I
Minimnya pengetahuan masyarakat tentang Dinasti Umayah I
Banyaknya masyarakat yang tidak tahu sejarah perkembangan Dinasti Umayah I
RUMUSAN MASALAH
Kapan waktu berdirinya Dinasti Umayah I?
Bagaimana perkembangan pemerintahan Dinasti Umayah I?
Bagaimana kejayaan dan keruntuhan pemerintahan Dinasti Umayah I?
Bagaimana faktor penyebab kejayaan dan keruntuhan pemerintahan Dinasti Umayah I ?
Bagaimana hasil-hasil kebudayaan islam pada masa pemerintahan Dinasti Umayah I ?
BAB II
PEMBAHASAN
PEMERINTAHAN DINASTI UMAYAH I
SEJARAH BERDIRINYA PEMERINTAHAN DINASTI UMAYAH I
Dinasti Umayah I didirikan oleh keturunan Umayah atas rintisan Muawiyah (661-680 M), yang berpusat di Damaskus. Sebutan Daulah Umayah berasal dari nama “ Umayah ibn ‘Abdi Syams ibn Abdi Manaf, salah seorang pemimpin suku Quraisy pada zaman Jahiliyah. Bani Umayah baru masuk islam setelah Nabi Muhammad saw. Berhasil menaklukkan kota mekah (Fathu Mekah).1
Dinasti Umayah I, yang ibu kota pemerintahannya di Damaskus, berlangsung selama 91 tahun. Dan diperintah oleh 14 orang khalifah.2 Yaitu :
Muawiyah I bin Abu Sufyan (41-61 H / 661-680 M)
Yazid I bin Muawiyah (61-64 H / 680-683 M)
Muawiyah II bin yazid (64-65 H / 683-684 M)
Marwan I bin al hakam(65-66 H / 684-685 M)
Abdul Malik bin marwan(65 H/685 M)
Al-Walid I bin abdulmalik (86-97 H/705-715 M)
Sulaiman bin abdulmalik(97-99 H/715-717 M)
Umar II bin abdulaziz (99-102 H/717-720 M)
Yazid II bin Abdul-Malik (102-106 H/720-724 M)
Hisyam bin Abdul Malik (106-126 H/724-743 M)
Walid II bin yazid II (126-127 H/743-744 M)
Yazid III bin Al Walid(127 H/744 M)
Ibrahim bin Al Walid(127 H/744 M)
Marwan II bin Muhammad (127-133 H/744-750 M)
PERKEMBANGAN PEMERINTAHAN PADA MASA PEMERINTAHAN DINASTI UMAYAH I
Bani Umayyah berhasil memperluas daerah kekuasaan Islam keberbagai penjurudunia, seperti Spanyol, Afrika Utara, Suria, Palestina,Semenanjung Arabia, Irak, sebagian kecil Asia, Persia, Afghanistan, Pakistan,Rukhmenia, Uzbekistan dan Kirgis.
Perdagangan, setelah bani umayah berhasil menguasai wilayah yang cukup luas maka lalu lintas perdagangan mendapat jaminan layak. Lalu lintas darat melalui jalan sutera ke tiongkok guna memperlancar perdagangan sutera, keramik, obat-obatan dan wewangian.3
Reformasi fiskal, selama masa pemerintahan umayah hampir semua pemilik tanah baik muslim maupun non muslim, diwajibkan membayar pajak tanah. Sementara itu pajak kepala tidak berlaku bagi penduduk muslim, sehingga banyaknya penduduk yang masuk Islam secara ekonomis merupakan latar belakang berkurangnya penghasilan Negara.namun demikian dengan keberhasilan muawiyah dalam melakukan penaklukkan imperium Sassani (Parsi) beserta wilayah kepunyaan imperium Byzantium, sesungguhnya kemakmuran bagi daulah ini melimpah-limpah yang mengalir kedalam perbendaharaan Negara. 4
KEJAYAAN DAN KEMAJUAN PEMERINTAHAN DINASTI UMAYAH I
BIDANG ILMU QIRAAT
Ilmu qiraat adalah ilmu yang mempelajari tentang bacaan al quran. Dalam islam dikenal ada 7 macam bacaan al quran yang disebut “Qiraat Sab’ah”. Qiraat ini kemudian ditetapkan menjadi dasar bacaan alquran.5
BIDANG ARSITEK
Seni Bangunan pada zaman muawiyah bertumpu pada bangunan sipil berupa kota-kota,, bangunan agama berupa masjid-masjid. Beberapa kota baru atau kota lama telah dibangun berbagai gedung dengan gaya perpaduan Persia, Romawi dan Arab dengan dijiwai semangat Islam.
Damaskus yang pada masa sebelum Islam merupakan ibukota Kerajaan Romawi Timur di Syam, adalah kota lama yang di bangun kembali pada masa Umawiyah, dan dijadikan ibukota Daulah ini, Di Kota ini didirikan gedung-gedung indah yang bernilai seni, dilengkapi jalan-jalan dan taman-taman rekreasi yang menakjubkan. Muawiyah membangun “istana hijau” di miyata dan pada tahun 704 M, istana itu di perbaharui oleh Walid ibn Abd al-Malik.6
ORGANISASI MILITER
Pada masa Umawiyah organisasi militer terdiri dari Angkatan Darat (al-Jund), Angkatan Laut (al-Bahriyah) dan Angkatan Kepolisian (as-Syurtah). Berbeda dengan masa Usman, bala tentara pada masa ini bukan muncul atas kesadaran sendiri untuk melakukan perjuangan, tetapi semacam dipaksakan. Sesuai dengan politik Arabnya, angkatan bersenjata meluas sampai keAfrika Utara, orang luar pun terutama bangsa barbar turut ambil bagian dalam kemiliteran ini.7
KERUNTUHAN DAN KEMUNDURAN PADA MASA DINASTI UMAYAH I
Fanatisme arab yang berlebihan dari orang-orang Bani Umayah, hingga menyebabkan orang-orang Mawali (non-arab) berontak terhadap Bani Umayah.
Kesewenang-wenangan pribadi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan runtuhnya Umayah.
Faktor nepotisme keluarga Umayah yang menyebabkan terangkatnya orang-orang arab dan menenggelamkan orang lain.
Akibat dari kezhalimannya sendiri
Tradisi arab
Bahasa arab
Mayoritas khalifah tidak mampu mencapai standar persamaan dan keadilan dalam islam
Faktor substansial.
Pengangkatan dua putera mahkota
Potensi perpecahan antara suku, etnis dan kelompok politik yang tumbuh semakin kuat, menjadi sebab utama terjadinya gejolak politik dan kekacauan yang mengganggu stabilitas Negara
munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-’Abbas bin Abd al-Muthallib. Gerakan ini sepenuhnya memperoleh dukungan dari Bani Hasyim dan kubu Syi’ah serta golongan Mawali yang merasa dianggap sebagai masyarakat kelas dua oleh pemerintahan Dinasti Umayyah.8
FAKTOR PENYEBAB KEJAYAAN DAN KERUNTUHAN MASA DINASTI UMAYAH TIMUR
Faktor Kejayaan Pada Masa Umayah Timur
masa disintegrasi yang dapat dicegah pada masa pemerintahan Abdul Malik.
sistem Administrasi yang disempurnakan pada masa Abdul Malik.
bani Umayah berhasil memperluas kekuasaan islam kepenjuru dunia.
islam memberikan pengaruh bagi kehidupan masyarakat luas.
telah berkembang ilmu pengetahuan secara tersendiri dengan masing-masing tokoh spesialisnya.9
Faktor Kemunduran pada Masa Umayah Timur
persoalan suksesi kekhalifahan.
sikap glamour penguasa.
perlawanan kaum khawarij.
perlawanan kaum syiah.
meruncingnya pertentangan etnis.
timbulnya stratifikasi sosial.
munculnya kekuatan baru.10
HASIL BUDAYA PADA MASA PEMERINTAHAN DINASTI UMAYAH I
Salah satu contoh hasil budaya yang terlihat pada masa Dinasti Umayah sebuah hasil sastra dan seni yang berkembang pada masa khalifah Abdul Malik bin Marwan. Salah satu contohnya yaitu :
“sungguh aku telah hidup sejenak didalam zaman, dan dapat menguasai dunia dengan pedangku yang tajam.
Maka lenyaplah secepat kilat apa yang selamat ini menjadi kebanggaanku, lenyap kedalam tumpukan peristiwa-peristiwa lama yang telah berlalu.
Aduhai, alangkah berbahagianya aku, seandainya aku tak mencurahkan perhatianku sekejappun jua kepada kerajaan ini, dan aku tidak dimabuk hidup nikmat yang nyaman ini.
Melainkan, hidup sebagai seorang miskin, yang hanya mempunyai dua helai kain yang telah lusuh, hanya hidup sekedar cukup tiada bersisa, dan terus demikian sampai masuk keliang kubur”.11
Kerajinan
Pada masa khalifah Abd Malik mulai dirintis pembuatan tiraz (semacam bordiran), yakni cap resmi yang dicetak pada pakaian Khalifah dan para pembesar pemerintahan. Format tiraz yang mula-mula merupakan terjemahan dari rumus Kristen, kemudian oleh Abdul Aziz (gubernur Mesir) diganti dengan rumus Islam, lafaz “La Illaha Illa Allah”. Guna memperlancar produktifitas pakaian resmi kerajaan, maka Abdul Malik mendirikan pabrik-pabrik kain. Setiap pabrik diawasi oleh “sahib at-Tiraz”, yang bertujuan mengawasi tukang emas dan penjahit, menyelidiki hasil karya dan membayar gaji mereka.12
Seni lukis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
just share!