MANUSIA
DAN CINTA KASIH
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas Pengantar Ilmu
Budaya semester I.
Dosen Pengampu :
Bp. Drs. Badrun Alaena, M.Si
Di susun oleh Kelompok
2 :
Sri
Windari (12120004)
Syaiful
Anwar (12120008)
Jalaludin
Sulaiman (12120016)
Furqon
Nazali (12120027)
JURUSAN
SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM
FAKULTAS
ADAB DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
TAHUN
AKADEMIK 2012-2013
BAB
I
PENDAHULUAN
1.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Cinta adalah rasa sangat suka
atau sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan
kata kasih artinya perasaan say ang atau cinta atau menaruh belas kasihan. Dengan
kata lain cinta dan kasih memiliki hampir kesamaan arti, tetapi kata kasih
memperkuat arti dari cinta.
Terdapat perbedaan antara cinta
dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam.
Sedangkan kasih, merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah
kepada yang dicintai.
2.
RUMUSAN
MASALAH
-
Makna kasih
sayang
-
Tipe-tipe cinta
-
Ungkapan Cinta
-
Kebutuhan manusia terhadap cinta
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam penyusunan makalah yang
berjudul “ MANUSIA DAN CINTA KASIH” guna memenuhi tugas dari mata kuliah
Pengantar Ilmu Budaya.
Shalawat dan salam semoga selalu tersampaikan kepada Nabi
Muhammad SAW semoga kita tergolong umatnya dan mendapatkan syafaatnya
amiieenn..
Dalam makalah ini akan memberi sedikit gambaran tentang
manusia dan cinta kasih, dengan harapan semoga dapat memberi sedikit wawasan
kepada kita semua tentang problem-problem manusia dan cinta kasih.
Selanjutnya apabila dalam makalah
ini terdapat kesalahan dari susunan kalimat maupun dalam penulisan kami minta
maaf dan selalu menerima masukan serta mengharapkan saran dari rekan-rekan
semua khususnya kepada dosen pengampu, yang sifatnya membangun guna perbaikan
makalah selanjutnya. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata.
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih banyak kepada
semua pihak yang telah turut serta melancarkan tersusunnya makalah ini,
mudah-mudahan ini semua bisa menjadi suatu amal shaleh baik penyusun maupun
pembaca pada umumnya, amin yaa rabbal ‘alamin....
WABILLAHI TAUFIQ WAL HIDAYAH.
Yogyakarta, 08 oktober 2012
Penyusun
BAB II
PEMBAHASAN
1.
MANUSIA DAN CINTA KASIH
Dalam kamus umum bahasa Indonesia
karangan W.J.S. Purwodarminto, kasih sayang diartikan dengan perasaan
sayang perasaan cinta atau perasaan suka
kepada seseorang. Ada berbagai macam bentuk kasih sayang, bentuk itu sesuai
dengan kondisi penyayang dan yang disayangi.
Kebanyakan orang melihat masalah cinta ini pertama-tama sebagai masalah
dicintai, lebih dari pada itu masalah kemampuan orang untuk mencinta, maka
masalahnya bagi mereka adalah bagaimana supaya di cintai. Setiap orang
membutuhkan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai.
Dalam kehidupan berumah tangga kasih
sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari
cinta. Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka
didalam berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi
sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
Menyatakan cinta adalah suatu
orientasi yang menunjukkan pada segalanya dan bukan kepada salah satu hal saja.
Hal itu tidak berarti bahwa tidak ada perbedaan diantara tipe-tipe cinta
berdasarkan onyeknya. Adapun tipe-tipe cinta adalah:
A.
CINTA PERSAUDARAAN
Merupakan
persaudaraan adalah cinta diantara sesama, tetapi sungguh baik sebagai sesama,
kita tidak selalu “sama” sejauh kita bersifat manusiawi, kita semua membutuhkan
bantuan. Hari ini saya, besok engkau. Tetapi kebutuhan akan bantuan ini tidak
berarti bahwa yang satu tak berdaya, yang lain berkuasa. Ketidak berdayaan itu adalah
bersifat sementara, kemampuan untuk berdiri dan berjalan diatas kaki sendiri
adalah keadaan tetap dan sama.
B.
CINTA KEIBUAN
Cinta keibuan
adalah penguatan tanpa syarat terhadap hidup dan kebutuhan anak. Penguatan
(afermasi) hidup anak mempunyai dua segi, pertama ialah perhatian dan yang
kedua ialah tanggung jawab yang mutlak perlu demi pemeliharaan hidup anak dan
pertumbuhannya. Cinta keibuan menanamkan kedalam anak cinta akan kehidupan dan
tidak hanya keinginan untuk tetap hidup. Sangat berlainan dengan cinta
persaudaraan dan cinta erotis, yakni cinta sesama orang (setara), hubungan ibu
dan anak pada hakikatnya cinta di antara orang yang tidak sama, dimana yang
satu memerlukan segala bantuan dan yang lain memberikannya. Justru karena ciri
altruistis dan tidak mementingkan diri inilah maka cinta keibuan telah
dipandang sebagai jenis cinta yang paling tinggi, dan yang paling suci dari
segala ikatan emosional. Biasanya wanita dalam hal ini bersifat “nursisistis”,
ingin menguasai, ingin memiliki, berhasil menjaadi ibu yang
mencintai/menyayangi selama ank itu masih kecil.
Cinta yang
berlebih-lebihan dari orang tua terhadap anak akan menyebabkan masalah social,
begitu pula sebaliknya.
C.
CINTA EROTIS
Cinta ini berbeda
dengan kedua tipe cinta diatas. Cinta erotis adalah mendambakan peleburan,
penyatuan dengan seorang pribadi lain. Cinta ini bersifat eksklusif dan tidak
universal. Cinta erotis sering dicampurbaurkan dengan pengalaman yang meledak
karena jatuh cinta diantara dua orang yang masih asing, setelah keduanya saling
mengenal pribadi yang dicintai menjadi pribadi yang dikenal seperti dirinya
sendiri. Tetapi keeratan ini cenderung makin lama makin berkurang dan sebagai
konsekwensinya ialah seseorang mencari cinta dengan pribadi seseorang yang
asing, baru demikian seterusnya. Tipe cinta ini didorong oleh keinginan sexual.
D.
CINTA DIRI SENDIRI
Freud beranggapan
bahwa cinta adalah manifestasi nafsu sexual yang diarahkan kepada orang
lain/diarahkan pada dirinya sendiri atau cinta diri (self love). Berpegang bahwa pribadi yang mementingkan
diri itu bersifat “narsisistis”,seolah-olah telah menarik cintanya dari orang
lain dan mengalihkan pada dirinya sendiri. Teori hakekat sifst mementingkan
diri ini dibuktikan oleh pengalaman resiko analisis mengenai hal tidak mementingkan
diri yang bersifat neoritis yaitu gejala yang dapat dikalangan luas biasanya
terganggu bukan gejala itu tetapi oleh hal-hal lain yang berhubungan dengannya,
seperti rasa tertekan, kelelahan, ketidakmampuan bekerja, kegagalan dalam
bermain cinta dan seterusnya. Menurut Meister Eckhart tentang topik ini : “
jika engkau mencintai dirimu maka engkau mencintai setiap orang lain daripada
engkau mencintai dirimu sendiri. Selama engkau kurang mencintai seseorang
pribadi lain daripada engkau mencintai dirimu sendiri, engkau tak akan
benar-benar berhasil mencintai dirimu, tetapi jika engkau mencintai semuanya
sama , termasuk dirimu sendiri maka engkau mencintai mereka sebagai suatu
pribadi dan pribadi itu merupakan baik Allah maupun manusia. Dengan demikian ia
menjadi seorang pribadi yang besar, berbudi yang selain mencintai dirinya
sendiri ia juga mencintai semua orang lain dengan cara sama.
E.
CINTA TERHADAP ALLAH
Bentuk religius cinta yang disebut cinta akan
Allah tidaklah berbeda, kalau berbicara secara psikologis. Cinta itu berasal
dari kebutuhan untuk mengatasi keterpisahan, untuk mencapai penyatuan.
Kenyataan-kenyataan cinta terhadap Allah mempunyai sifat dan aspek yang berbeda
sama banyaknya dengan cinta terhadap manusia dan dlam arti yang luas kita menentukan
perbedaan-perbedaan yang sama.
Di dalam agama, entah yang bersifat politis
atau yang monoteisme, Allah adalah mempunyai nilai yang tertinggi, kebaikan
yang paling didambakan. Dari sebab tersebut Allah tergantung pada apa kebaikan
yaang paling dirindukannya oleh semua pribadi. Dari sebab itu timbul pengertian
konsep Allah harus dimulai dengan analisa strutu timbul pengertian konsep Allah
harus dimulai dengan analisa struktur ciri pribadi yang meny ciri pribadi yang
menyembah Allah. Cinta adalah rahmat, sikap religius adalah memiliki iman
terhadap rahmat ini dan membuat diCinta adalah rahmat, sikap religius adalah
memiliki iman terhadap rahmat ini dan membuat diCinta adalah rahmat, sikap
religius adalah memiliki iman terhadap rahmat ini dan membuat diri kecil dan
tak berdaya.
Dalam mencintai Allah sebenarnya telah ada di
dalam kitab-kitab ajaran agama yang kita anut.
Demikianlah kebutuhan dasar mencintai dan dicintai. Yang
kesemuanya ini sangat tergantung dari individu-individu atua kelompok-kelompok
dalam hidup dan kehidupan ini.
2. UNGKAPAN CINTA
A. Ungkapan cinta seorang Ibu.
Ketika ibu mengandung ungkapan cintanya terhadap seorang
anak itu telah ada. Ketika kita dikandung oleh ibu, kita telah merasakan betapa
besar rasa sayangnya kepada kita. Berlanjut dari hal tersebut, sama halnya
ketika beliau menyusui, lalu membesarkan kita. Salah satu perwujudan rasa
sayang seorang ibu terhadap anaknya adalah dengan adanya perhatian terhadap si
anak dan selalu membimbingnya hingga ia selalu merasa di kasihi dan di
sayaangi.
Orang tua berperan dalam melahirkan dan memelihara kasih
sayang dalam keluarga. Kasih sayang merupakan dasar komunikasi, jembatan antara
orang tua dan anak dalam mencapai cita-cita keluayang merupakan dasar
komunikasi, jembatan antara orang tua dan anak dalam mencapai cita-cita
keluarga bahagia . Hal ini akan terwujud akan keaktifan, pengertian, perhatian,
keterbukaan dan pengorbanan orang tua yaang akan disambut dengan respon yang
aktif dari si anak.
Dalam pemecahan kasus dalam keluarga sekali lagi pihak
orang tua dibutuhkan keaktifan, pengertian dan keterbukaan sebagaai dasar
kuncinya. Maka orang tua, anak, keluarga, dan kasih sayaang adalah suatu mata
rantai yang tak boleh putus.
B. Ungkapan cinta terhadap saudara.
Manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial, dimana manusia
dituntut untuk saling tolong menolong, bekerja sama, dan bersaudara satu sama
lain. Di dalam kehidupannya manusia selalu menggantungkan diri pada sesamanya,
bahkan tak pernah ada manusia yang hidup tanpa sesamanya. Akibat sikap saling ketergantungan ini dapat
timbul suatu rasa tolong menolong. Tolong menolong bagi manusia sudah dirasakan
sebagai suatu keharusan. Antara orang yang satu dengan yang lainnya tentu
saling butuh membutuhkan, harap mengharapkan dan saling menukar kepentingan.
C. Ungkapan cinta erotis
Manusia diciptakan secara berpasang pasangan.
Ada wanita dan laki-laki. Ungkapan cinta erotis ini populer sekarang kalau
bahasa remajanya itu disebut dengan “pacaran”. Namun dalam konteks ini salah
satu contoh ungkapan cintanya yaitu dengan kita saling “memberi” pengertian
satu sama lain dan kesetiaan yang dijaga hingga suatu cinta itu tumbuh pada
tingkat selanjutnya. Rasa saling melindungi, dan saling memahami ini . apalagi
jika suatu cina itu dibarengi dengan nilai iman dan islam.
D. Ungkapan cinta pada diri sendiri
Cinta pada
diri sendiri itu sungguh sulit, kenapa? Karena kita sendiri terkadang
sulit untuk memahami danmengerti diri kita, salah satu ungkapan bahwa kita
cinta akan diri kita sendiri itu bagaimana kita bisa teguh terhadap pendirian
kita dan jadilah diri sendiri karena kita lah yang sangat mengetahui tentang
diri kita, jadi jangan pernah jadi diri orang lain karena itu akan menyakitkan
diri kita dan durhaka terhadap diri kita, kenapa ? karena kita selalu memaksa
diri kita untuk jadi orang lain, padaha kita sendiri tak sanggup untuk
melakukan itu semua.
E. Ungkapan cinta terhadap Allah SWT.
Cinta kepada Allah itu suatu ungkapan yang
harus kita laksanakan karena Allah adalah sang pencipta dan kita harus
menjalankan apa yang di perintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangNya.
Hingga ada sebuah kisah seorang sufi yang memegang koonsep ke mahabbahan nya
dalam mencintai Allah, yaitu Rabi’ah Al Adawiyah. Beliau pun mengungkapkan
cintanya kepada Allah itu dengan selalu mengingatNya. Itulah salah satu syair
Rabi’ah yang diungkapkannya.
3.
Kebutuhan
manusia terhadap cinta
Dari uraian
diatas kita bisa menyimpulkan bahwa manusia itu sugguh dan sangat
membutuhkan yang namanya cinta kasih. Hal ini jelas bahwa adanya saking
ketergantungan manusia yang satu dengan yang lainnya. Bagaimanapun pandainya seseorang, jika ia harus hidup sendiri, ia
tidak akan mampu bertahan lama. Bagaimanapun bersemangat dan mandirinya
seseorang di waktu jayanya, orang itu pasti tergantung pada bantuan orang lain
di waktu sakit atau di masa tuanya.
Saling
ketergantungan itu adalahhukum alam. Tidak hanya
makhluk-makhluk yang tinggi tingkat kehidupannya, tetapi juga serangga-serangga
yang sangat kecil, makhluk-makhluk yang tanpa agama, hukum, atau pendidikan,
dapat bertahan dengan bekerja sama berdasarkan
pengenalan, pembawaan, dan saling ketergantungan. Semua perwujudan, mulai dari
planet yang kita huni ini sampai pada lautan, awan, hutan-hutan, dan
bunga-bunga yang ada di sekitar kita, muncul karena aliran gabungan/interaksi
tenaga. Tanpa saling keterkaitan satu dengan yang lain, mereka dengan
sendirinya akan hancur lebur.
Manusia
itu sendiri sangat tergantung pada bantuan orang lain, maka kebutuhan akan
cinta kasih merupakan hal yang paling mendasar. Oleh karena itu kita
membutuhkan rasa tanggung jawabdanperhatianyang
tulus untuk kesejahteraan orang lain.
Kita
harus memikirkan "siapakah kita sebenarnya?".
Kita bukan benda yang dibuat oleh mesin. Jika kita hanya merupakan sebuah
mesin, maka mesin itu akan dapat mengurangi penderitaan dan akan dapat memenuhi
semua kebutuhan-kebutuhan kita. Karena kita bukan suatu benda atau mesin, maka
tidak benar kalau kitamenggantungkan harapan untuk
kebahagiaan hanya pada perkembangan di luar diri kita sendiri. Kita harus juga
memikirkan asal-usul dan sifat kita untuk menemukan apa yang kita inginkan.
BAB III
PENUTUP
Dalam
pembahasan di atas dapat kita simpulkan, kasih sayang diartikan dengan perasaan
sayang perasaan cinta atau perasaan suka
kepada seseorang. Ada berbagai macam bentuk kasih sayang, bentuk itu sesuai
dengan kondisi penyayang dan yang disayangi.
Tipe-tipe
cinta itu ada lima yaitu cinta persaudaraan, cinta keibuan, cinta erotis, cinta
diri sendiri dan cinta kepada Allah.
Manusia
itu sendiri sangat tergantung pada bantuan orang lain, maka kebutuhan akan
cinta kasih merupakan hal yang paling mendasar. Oleh karena itu kita
membutuhkan rasa tanggung jawabdanperhatianyang
tulus untuk kesejahteraan orang lain.
Dalam
kehidupan manusia cinta dan kasih sangat di butuhkan. Karna saling
ketergantungan itu adalah hukum alam. Maka kita sebagai manusia membutuhkan
cinta dan kasih.
Demikian
makalah ini kami buat agar kita dapat memahami dan mengerti bagaimana konsep
manusia dan cinta kasih dan sebenarnya. Kami berharap semoga makalah ini dapat
menjadikan amal baik bagi kita semua. Apabila terdapat kesalahan dari kami
mohon maaf yang sebesar-besarnya dan kami selalu mengharapkan masukan, saran,
dan kritikan dari rekan-rekan semua khususnya kepada dosen pengampu. Terima
kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Mustopo,habib,
muhammad. Ilmu budaya dasar kumpulan essai manusia dan budaya.surabaya :
usaha nasional.
Tri, prasetyo,
joko.pengantar ilmu budaya dasar. P.T. Rajawali Pers.
Buddhistzone.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
just share!