RESUME MATERI
SEJARAH DUNIA I
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Semester III
DOSEN PENGAMPU :
DRS. H. JAHDAN IBNU HUMAM SHOLEH, MS
DISUSUN OLEH :
SRI WINDARI
12120004
JURUSAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM
FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013
Pendahuluan
A.
Latar
belakang
Peradaban tinggi
dunia tidak pernah lepas dari yang namanya perairan (sungai) karena itulah
pusatnya kehidupan sebuah daerah, negara bahkan dunia. Setiap peradapan didunia
ini memiliki ciri khas masing-masing. Misalnya, Mesir yang memiliki peradaban
yang jauh sebelum masehi. Akan tetapi, peradabannya termasuk peradaban yang
tinggi dan modern (Spinx, piramida), kemudian Mesopotamia yang menjadi tempat
revolusi pertanian pertama kali dan menyebar sampai ke Asia dan Eropa.
Lembah peradaban
meliputi ide yang berkaitan dengan filosofi, simbol kepercayaan, sistem dan
lain-lain. Kemudian physics (yang berkaitan dengan istana, pusat
kekuasaan, tempat ibadah, kuil / obelisk, makam, irigasi, tempat tinggal, alat
pertanian / rumah tangga / senjata, dan lain-lain. Science (astronomi,
arsitektur, pengobatan, dan lain-lain).
Setiap peradaban
pasti ada penguasanya / pemimpin. Setiap penguasa pasti selalu punya “penyakit”
seperti membuat undang-undang yang menguti orang luar menjadi orang dalam.
Undang-undang ini biasanya ditulis di batu, yang dikenal dengan huruf paku.
Digoreskan di batu yang membuat hukumnya mengandung hukum pidana dan perdata
pastinya.
Pembahasan
1.
Peradaban
Mesopotamia
Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris.
Sungai Eufrat dan Tigris merupakan sungai yang bersumber dari Pegunungan
Armenia (Turki), keduanya berada di daerah Mesopotamia (sekarang Irak).
Mesopotamia adalah nama sebutan daerah yang diapit oleh dua sungai, meso
berarti tengah dan potamos artinya sungai. Daerah ini merupakan daerah yang
sering kena banjir di saat musim hujan, dengan begitu lumpur-lumpur yang dibawa
air menyebabkan lahan di sekitarnya menjadi subur. Ketergantungan bangsa-bangsa
yang mendiami Lembah Sungai Eufrat dan Tigris disebabkan oleh daerah yang
mengelilinginya adalah gurun yang terbentang luas, yaitu Gurun Elbrus dan Gurun
Hamad. Tampak terlihat daerah Mesopotamia adalah lahan yang paling subur
dibandingkan sekelilingnya.
Kesuburan tanah mendatangkan manusia untuk bertempat tinggal di
daerah tersebut dengan pencahariannya bercocok tanam. Dari kondisi tersebut,
muncul peradaban, bahkan para ahli mempercayai bahwa mesopotamia adalah tempat
asalnya peradaban manusia di dunia. Bangsa Ubaid adalah bangsa pertama yang
mendiami daerah tersebut pada tahun 5000 SM dengan ditandai munculnya kota
Kish, Eridu dan Ur. Kedatangan bangsa Sumeria pada tahun 3000 SM membaur dengan
bangsa Ubaid, lalu membangun sebuah kota dengan rumah-rumah yang dibuat dari
lumpur dan tanah liat.
Sistem Pemerintahan di Mesopotamia berbentuk negara kota. Raja
merangkap sebagai kepala negara. Kronologis bangsa-bangsa yang mendiami
Mesopotamia sampai dengan tahun 323 SM yaitu sebagai berikut: Bangsa Ubaidian
5000 – 4500 SM, Bangsa Sumeria I 3800 – 3200 SM, Bangsa Jamdet Nasr 3200 – 3000
SM, Bangsa Akkadia 2900 – 2250 SM, Bangsa Sumeria II 2250 – 2200 SM, Bangsa
Guti 2200 – 2100 SM, Bangsa Amolia (Babilonia I) 1850 – 1600 SM, Bangsa Hittit
1600 – 1300 SM, Bangsa Asyria 1300 – 612 SM, Bangsa Khaldea (Babilonia II) 612
– 500 SM, Bangsa Persia 500 – 326 SM, Bangsa Yunani (Alexander the Great) 326 –
323 SM.
Bangsa Sumeria mempercayai banyak dewa yang ditimbulkan oleh
kondisi alam yang tidak stabil. Diantara banyak dewa-dewa yang dikenal, tiga di
antaranya merupakan dewa tertinggi antara lain Dewa Anu (Dewa Langit), Dewa
Enlil (Dewa Bumi) dan Dewa Ea (Dewa Air). Keberhasilan bangsa Sumeria menguasai
daerah Mesopotamia diabadikan dalam sebuah mitologi kemenangan saat terjadi
peperangan antara Dewa Marduk dengan Dewa Tiamat. Dewa Tiamat dianggap sebagai
dewa petaka yang selalu membawa bencana banjir.
Hasil kebudayaan peradaban sungai eufrat dan trigris berupa ilmu
pengetahuan dan tekhnologi, yaitu:
-
Aksara
Sejak berdirinya Sumeria, bangsa-bangsa yang mendiami Lembah Sungai Eufrat dan
Tigris sudah mengenal abjad dengan bentuk huruf paku dengan sebutan kuneiform.
Pengembangan huruf ini didapat pada peninggalan Babylonia sebuah prasasti batu
Undang-undang Hammurabi yang memuat 282 pasal, setiap pasalnya memuat peraturan
dan hukuman bagi pelanggarnya.
-
Kalender
Pergantian musim menunjukkan pergantian bulan, untuk kepentingan masa bercocok
tanam dan panen mendorong timbulnya sistem penanggalan. Penanggalan waktu ini
sudah dikenal sejak Kerajaan Sumeria dan berkembang sejak Kerajaan Chaldea yang
membagi minggu dalam 7 hari, hari dalam 24 jam, sama seperti yang terjadi saat
ini.
-
Ilmu
hitung Bangsa Sumeria sudah mengenal angka 60 (sexagesimal) bilangan dasar,
susunan angka 60 dipakai sebagai besarnya derajat dalam 1 lingkaran, yakni 360
derajat yang dianalogikan sama dengan peredaran bumi mengelilingi matahari
dalam 1 tahun yang terdiri dari 360 hari.
Kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di Mesopotamia antara lain
sebagai berikut : Kerajaan Sumeria (3500 SM), Kerajaan Akkad (2300 SM), Kerajaan
Babylonia Lama (1850 SM), Kerajaan Assyria (Assur), Kerajaan Babylonia (Baru)
atau Chaldea, dan Kerajaan Persia.
Penduduk dan Masyarakat Daerah-daerah di sekitar daerah Mesopotamia
didiami oleh bangsa-bangsa yang termasuk rumpun bangsa Semit. Kehidupannya
bersifat seminomaden. Aktivitas perdagangan melalui Sungai Eufrat dan Tigris.
Sekitar tahun 3000 SM, daerah Mesopotamia didiami oleh bangsa Sumeria.
Orang-orang Mesopotamia lebih banyak bertempat tinggal pada kota-kota besar dan
juga pada ibu kotanya yang bernama Uruk (Ur).
Pertanian dan Pengairan Pada musim hujan (dari bulan Oktober-April)
di Mesopotamia terjadi air bah dari kedua sungai itu. Air menggenangi daerah di
sepanjang aliran sungai dan setelah surut meninggalkan Iapisan lumpur yang
sangat subur. Di daerah-daerah itulah masyarakat hidup dengan bercocok tanam
atau bertani. Bangsa-bangsa di Mesopotamia sudah mampu menanggulangi masalah
banjir, dan memanfaatkan airnya untuk keperluan pertanian. Caranya ialah
membuat sistem pengairan yang baik. Bendungan dibangun dan telaga buatan digali
untuk menyalurkan dan menyimpan air yang berlebihan di masa banjir.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Peradaban Mesopotamia telah
memperlihatkan keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sejak
didiami oleh bangsa Sumeria (tahun 3000 SM). Keunggulan-keunggulan tersebut
tampak dalam bidang-bidang berikut : Bidang arsitektur, orang Sumeria membangun
kotanya menurut tata aturan kota yang terencana. Bangunan umumnya terbuat dari
batu bata dan tanah liat. Kemampuan mengolah logam, dari pengolahan logam
dihasilkan cermin, tongkat-tongkat, kapak, dan perlengkapan senjata lainnya.
Mereka juga pandai membuat pakaian lenan, perkakas dari tembikar dan tembaga,
serta perhiasan dari emas. Bidang ilmu pengetahuan, Ashurbanipal, pemimpin
Assyria, membangun perpustakaan tertua di dunia. Mesopotamia pada zaman
Babylonia (Baru) terkenal dengan "taman gantung", yang kemudian
menjadi salah satu keajaiban dunia.
Berkembangnya kepercayaan di Mesopotamia berawal dari kepercayaan
bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria memuja dewa-dewa yang menguasai alam, seperti
Dewa Anu (Dewa Langit), Dewa Enlil (Dewa Bumi), dan Dewa Ea (Dewa Air). Ketiga
dewa itu mendapat pemujaan tertinggi dari bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria juga
menyembah Dewa Sin (Dewa Bulan), Dewa Samas (Dewa Matahari), dan Dewa Istar
(Dewa Perang dan Asmara).
Bangsa Sumeria juga menyembah Tammuz (Dewa Tumbuh-tumbuhan) untuk
memajukan pertanian. Dewa yang memiliki peranan penting dalam kepercayaan
bangsa Sumeria adalah dewa yang berhubungan dengan terciptanya dunia, yaitu
Dewa Marduk. Dewa Marduk adalah lambang usaha bangsa Sumeria di dalam menciptakan
daerah pertanian.
Kepercayaan bangsa Sumeria ini terus berkembang dan dianut oleh
masyarakat yang tinggal di daerah Mesopotamia. Tetapi ketika bangsa Persia
menguasai daerah Mesopotamia, berkembanglah ajaran agama Persia.
Kitab Suci Awesta ini merupakan firman-dewa dengan perantara nabi
diturunkan kepada bangsa Persia. Pada masyarakat bangsa Sumeria terdapat
kepercayaan, bahwa manusia setelah mati akan hilang. Hal ini dijelaskan dalam
cerita Gilgamesh. Cerita itu pada hakikatnya mempunyai kesimpulan bahwa hidup
abadi di dunia ini tidak ada.
Sejak awal pemerintahannya, Raja Hammurabi telah memperkenalkan
sistem hukuman dalam kehidupan masyarakat yang peraturannya didasarkan atas
nilai-nilai tradisional. Dengan peraturan hukum seperti itu, masyarakat akan
dapat hidup dengan hidup yang tertib dan menjadikan Raja Hammurabi sebagai raja
yang besar, bijaksana, dan termasyhur namanya. Hukum tersebut berupa prasasti
batu yang tingginya delapan kaki atau sekitar 2,5 meter dan ditempatkan di
tengah-tengah ibu kota Kerajaan Babylonia. Prasasti itu ditemukan kembali oleh
pada ahli Prancis di Kota Susa (Persia) pada abad ke-20.
Hukum itu dikenal dengan Hukum atau Undang-Undang Hammurabi
(CodexHammurabi) dan merupakan hukum atau undang-undang tertulis pertama di
dunia. Dalam kitab hukum atau undang-undang itu ditulis tentang
peraturanperaturan yang menyangkut bidang pertanian, perdagangan, agama,
pemerintahan, dan kemasyarakatan. Hukum itu terdiri dari 300 pokok
undang-undang. Pada setiap bagian dengan jelas tercantum jenisjenis pelanggaran
dan hukumannya. Dalam menjalankan undang-undang itu, Raja Hammurabi bertindak
dengan keras dan tegas, sehingga terwujud ketertiban dan keamanan.
2.
Peradaban
Mesir
Pada akhir masa peleolitik, iklim Afrika utara menjadi semakin panas
dan kering. Akibatnya, penduduk di wilayah tersebut terpaksa berpusat
disepanjang Sungai Nil. Sebelumnya, semenjak manusia pemburu-pengumpul mulai
tinggal di wilayah tersebut pada akhir Pleistosen Tengah (sekitar 120 ribu
tahun lalu), Sungai Nil telah menjadi urat nadi kehidupan Mesir. Dataran banjir
Nil yang subur memberikan kesempatan bagi manusia untuk mengembangkan pertanian
dan masyarakat yang terpusat dan mutakhir, yang menjadi landasan bagi sejarah
peradaban manusia.
Peradaban lembah sungai Nil di Mesir, Afrika, lahir disebabkan
kesuburan tanah disekitar lembah sungai yang diakibatkan oleh banjir yang
membawa lumpur. Hal inilah yang menarik perhatian manusia untuk mulai hidup dan
membangun peradaban ditempat tersebut. Peradaban lembah sungai Nil dibangun
oleh masyarakat Mesir Kuno.
Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400
kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan)
Kilimanjaro di Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara
ke Laut Tengah. Ada empat negara yang dilewati sungai Nil yaitu Uganda, Sudan,
Ethiopia dan Mesir.
Menurut mitos, air sungai yang mengalir terus tersebut adalah air
mata Dewi Isis yang selalu sibuk menangis dan menyusuri sungai Nil untuk
mencari jenazah puteranya yang gugur dalam pertempuran. Namun secara ilmiah,
air tersebut berasal dari gletsyer yang mencair dari pegunungan Kilimanjaro
sebagai hulu sungai Nil. Peranan sungai Nil begitu penting bagi lahirnya
kehidupan masyarakat di lembah sungai tersebut. Maka tepatlah jika Herodotus
menyebutkan “Mesir adalah hadiah sungai Nil” (Egypt is the gift of the Nile).
Sejarah politik di Mesir berawal dari terbentuknya
komunitas-komunitas di desa-desa sebagai kerajaan-kerajaan kecil dengan
pemerintahan desa. Desa itu disebut nomen. Dari desa-desa kecil berkembanglah
menjadi kota yang kemudian disatukan menjadi kerajaan Mesir Hilir dan Mesir
Hulu. Proses tersebut berawal dari tahun 4000 SM namun pada tahun 3400 SM
seorang penguasa bernama Menes mempersatukan kedua kerajaan tersebut menjadi
satu kerjaan Mesir yang besar.
Sejak tahun 3400 SM sejarah Mesir diperintah oleh 30 dinasti yang
berbeda yang terdiri dari tiga zaman yaitu Kerajaan Mesir Tua yang berpusat di
Memphis, Kerajaan Tengah di Awaris dan Mesir Baru di Thebe.
Kerajaan Mesir Tua (2660 – 2180 SM)
Lahirnya kerajaan Mesir Tua setelah Menes berhasil mempersatukan
Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Sebagai pemersatu ia digelariNesutbiti dan
digambarkan memakai mahkota kembar.
Kerajaan Mesir Tua disebut zaman piramida karena pada masa inilah
dibangun piramida-piramida terkenal misalnya piramida Sakarahdari Firaun Joser.
Piramida di Gizeh adalah makam Firaun Cheops, Chifren dan Menkawa.
Kerajaan Mesir Tengah (1640 – 1570 SM)
Kerajaan Mesir Tengah dikenal dengan tampilnya Sesotris III. Ia
berhasil memulihkan persatuan dan membangun kembali Mesir. Tindakannya antara
lain membuka tanah pertanian, membangun proyek irigasi, pembuatan waduk dan
lain-lain. Ia meningkatkan perdagangan serta membuka hubungan dagang dengan
Palestina, Syria dan pulau Kreta. Sesotris III juga berhasil memperluas wilayah
ke selatan sampai Nubia (kini Ethiopia). Sejak tahun 1800 SM kerajaan Mesir
Tengah diserbu dan ditaklukkan oleh bangsa Hyksos.Pada waktu itu kerajaan Mesir
Tengah sedang mengalami kehancuran yang sangat signifikan.
Kerajaan Mesir Baru (1570 - 1075 SM)
Sesudah diduduki bangsa Hyksos, Mesir memasuki zaman kerajaan baru
atau zaman imperium. Disebut zaman imperium karena para Firaun Mesir berhasil
merebut wilayah/daerah di Asia barat termasuk Palestina,Funisia dan Syria.
Raja-raja yang memerintah zaman Mesir Baru antara lain: Ahmosis I,
Thutmosis I, Thutmosis III, Imhotep IV, Ramses II.
Masyarakat Mesir mengenal pemujaan terhadap dewa-dewa. Ada dewa
yang bersifat nasional yaitu Ra (Dewa Matahari), Amon (Dewa Bulan) kemudian
menjadi Amon Ra. Sebagai lambang pemujaan kepada Ra didirikan obelisk yaitu
tiang batu yang ujungnya runcing. Obelisk juga dipakai sebagai tempat mencatat
kejadian-kejadian. Untuk pemujaan terhadap dewa Amon Ra dibangunlah Kuil Karnak
yang sangat indah pada masa Raja Thutmosis III.
Selain dewa nasional maka ada dewa-dewa lokal yang dipuja pada
daerah-daerah tertentu seperti Dewa Osiris yaitu hakim alam baka, Dewi Isis
yaitu dewi kecantikan isteri Osiris, Dewa Aris sebagai dewa kesuburan dan dewa
Anubis yaitu dewa kematian.
Wujud kepercayaan yang berkembang di Mesir berdasarkan pemahaman
sebagai berikut:
1. Penyembahan terhadap dewa berangkat dari ide/gagasan bahwa
manusia tidak berdaya dalam menaklukkan alam.
2. Yang disembah adalah dewa/dewi yang menakutkan seperti dewa
Anubis atau yang memberi sumber kehidupan.
Jadi dengan taat menyembah pada dewa masyarakat lembah sungai Nil
mengharap jangan menjadi sasaran maut.
Kepercayaan yang kedua berkaitan dengan pengawetan jenazah yang
disebut mummi. Dasarnya membuat mummi adalah bahwa manusia tidak dapat
menghindari dari kehendak dewa maut. Manusia ingin tetap hidup abadi. Agar roh
tetap hidup maka jasad sebagai lambang roh harus tetap utuh.
Masyarakat Mesir mengenal bentuk tulisan yang disebut Hieroglyph
berbentuk gambar. Tulisan Hieroglyph ditemukan di dinding piramida, tugu
obelisk maupun daun papirus. Huruf Hieroglyph terdiri dari gambar dan lambang
berbentuk manusia, hewan dan benda-benda. Setiap lambang memiliki makna.
Tulisan Hieroglyph berkembang menjadi lebih sederhana kemudian dikenal dengan
tulisan hieratik dan demotis. Tulisan hieratik atau tulisan suci dipergunakan
oleh para pendeta. Demotis adalah tulisan rakyat yang dipergunakan untuk urusan
keduniawian misalnya jual beli.
Huruf-huruf Mesir itu semula menimbulkan teka-teki karena tidak
diketahui maknanya. Secara kebetulan pada waktu Napoleon menyerbu Mesir pada
tahun 1799 salah satu anggota pasukannya menemukan sebuah batu besar berwarna
hitam di daerah Rosetta.
Batu itu kemudian dikenal dengan batu Rosetta memuat inskripsi
dalam tiga bahasa. Pada tahun 1822 J.F. Champollion telah menemukan arti dari
isi tulisan batu Rosetta dengan membandingkan tiga bentuk tulisan yang digunakan
yaitu Hieroglyph, Demotik dan Yunani. Dengan terbacanya isi batu Rosetta
terbukalah tabir mengenai pengetahuan Mesir kuno (Egyptologi) yang Anda kenal
sampai sekarang.
Selain di batu, tulisan Hieroglyph juga ditemukan di kertas yang
terbuat dari batang Papirus.
Masyarakat Mesir mula-mula membuat kalender bulan berdasarkan
siklus (peredaran) bulan selama 291/2 hari. Karena dianggap kurang tetap
kemudian mereka menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing
(Sirius) yang muncul setiap tahun. Mereka menghitung satu tahun adalah 12
bulan, satu bulan 30 hari dan lamanya setahun adalah 365 hari yaitu 12 x 30
hari lalu ditambahkan 5 hari. Mereka juga mengenal tahun kabisat. Penghitungan
ini sama dengan kalender yang kita gunakan sekarang yang disebut Tahun Syamsiah
(sistem Solar).
Penghitungan kalender Mesir dengan sistem Solar kemudian diadopsi
(diambil alih) oleh bangsa Romawi menjadi kalender Romawi dengan sistem
Gregorian. Sedangkan bangsa Arab kuno mengambil alih penghitungan sistem lunar
(peredaran bulan) menjadi tarik Hijriah.
Dari peninggalan bangunan-bangunan yang masih bisa disaksikan
sampai sekarang menunjukkan bahwa bangsa Mesir telah memiliki kemampuan yang
menonjol di bidang matematika, geometri dan arsitektur. Peninggalan bangunan
Mesir yang terkenal adalah piramida dan kuil yang erat kaitannya dengan
kehidupan keagamaan.
Piramida dibangun untuk tempat pemakaman Firaun. Arsitek terkenal
pembuat piramida adalah Imhotep. Bangunan ini biasanya memiliki kamar bawah
tanah, pekarangan dan kuil kecil di bagian luarnya. Tiang-tiang dan dindingnya
dihiasi dengan hiasan yang indah. Di bagian dalam terdapat lorong-lorong,
lubang angin dan ruang jenazah raja. Di depan piramida terdapat spinx yaitu
patung singa berkepala manusia. Fungsi spinx adalah penjaga piramida.
Bangunan kedua adalah kuil yang berfungsi sebagai tempat pemujaan
dewa-dewa. Kuil terbesar dan terindah adalah Kuil Karnak untuk pemujaan Dewa
Amon Ra. Kuil Karnak panjangnya ±433 m (1300 kaki), tiang-tiangnya
setinggi 23,5 m dengan diameter ±6,6 m (20 kaki). Tembok, tiang dan pintu
gerbang dipenuhi dengan lukisan dan tulisan yang menceritakan pemerintahan
raja.
3.
Peradaban
India
India adalah salah satu dari sekian wilayah yang memiliki peradaban
yang tinggi. Peradaban yang didukung oleh sungai Indus, Gangga, Yumna, dan
Brahmaputra yang ada di India. Kondisi
tanah yang subur dan juga keberadaan air yang mencukupi, menjadikan india maju
dalam bidang pertanian, dan juga perdagangan.
Selain kondisi alam dan juga kondisi air yang mendukung, peradaban
di India juga didukung oleh kecakapan masyarakan India dalam berkreasi. Hali
ini terbukti dengan banyaknya hasil peradaban yang ada di India seperti
bangunan-bangunan, hasil kerajinan, dan hasil kebudayaan lainnya.
India adalah negara yang memiliki sejarah peradaban tinggi. Para
ahli sejarah memperkirakan peradaban Lembah Sungai Indus pada kurun waktu 2800
SM–1800 SM. Peradaban India Kuno ini dikenal sebagai peradaban Harappa karena
penggalian pertamanya di kota Harappa. Ada seorang arkeolog berkebangsaan
Inggris bernama Sir John Hubert Marshall yang mengungkapkan adanya kota kuno
Harappa dan Mohenjodaro pada awal abad ke-20.
Peradaban kuno tersebut berada di tepi aliran dua sungai besar,
yaitu Sungai Indus yang masih ada sampai sekarang dan Sungai Sarasvati yang
mungkin telah kering pada akhir 1900 SM. Para ahli meyakini bahwa pusat peradaban Mohenjodaro terletak di
Lembah Indus yang berada di timur Sungai Indus, tepatnya di provinsi Sindu
Pakistan dan kota Harappa diprovinsi Punjabi, India. Secara geografis, letak
peradaban kuno ini di sebelah utara berbatasan dengan pegunungan Himalaya.
Sebelah barat berbatasan dengan Pakistan. Di selatan, berbatasan dengan
Samudera Hindia dan sebelah timur berbatasan dengan Myanmar dan Bangladesh.
Harappa didiami oleh tukang, pedagang dan pekerja semuanya tanpa
sosok dan tidak memiliki catatan perang, pendudukan dan pergulatan kekuasaan
atau kisah pahlawan tapi di sebuah kota pasti ada raja salah satu dari
satu-satunya gambaran yang memiliki ciri khas yang ditemukan di dalam
reruntuhan adalah patung seorang laki-laki berjanggut, mengenakan jubah berhias
dan tutup kepala, matanya setengah tertutup dan wajahnya tanpa ekspresi.
Mungkin ia adalah raja Mohenjo-Daro.
Bangsa yang pertama kali membangun peradaban Mohenjo Daro dan
Harappa ini diperkirakan adalah Bangsa Dravida. Bangsa Dravida termasuk ras
australoid dengan ciri-ciri tubuh pendek, bibir tebal, kulit hitam, hidung
pesek, berbadan tegap dan berambut ikal. Mereka sudah menetap dan tinggal di
Lembah Indus dengan bercocok tanam sesuai keadaan alam sekitar lembah yang
subur dan dialiri sungai.Lambat laun, Lembah Indus menjadi ramai dengan jumlah
penduduk diperkirakan mencapai 30 hingga 40 ribu orang.
Pusat peradaban lembah sungai Gangga terletak antara pegunungan
Himalaya dan pegunungan widya kena. Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga
adalah bangsa Arya yang termasuk bangsa Indo-Jerman. Mereka datang dari daerah
Kaukasus dan menyebar ke arah timur. Bangsa Arya memasuki wilayah India antara
tahun 200-1500 SM, melalui Celah Kaibar di Pegunungan Hirnalaya. Bangsa Arya
adalah bangsa peternak dengan kehidupan yang terus mengembara. Setelah berhasil
mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Indus dan menguasai daerah yang
subur, akhirnya mereka hidup menetap.Selanjutnya, mereka menduduki Lembah
Sungai Gangga dan terus mengembangkan kebudayaannya.
Runtuhnya Kerajaan Maurya menjadikan keadaan kerajaan menjadi kacau
dikarenakan peperangan antara kerajaan-kerajaan kecil yang ingin berkuasa.
Keadaan yang kacau, mulai aman kembali setelah munculnya kerajaan-kerajaan
baru. Kerajaan-kerajaan tersebut di antaranya :
Kerajaan Gupta, Pendiri Kerajaan Gupta adalah Raja Candragupta I
dengan pusatnya di Lembah Sungai Gangga. Pada masa pemerintahan Raja
Candragupta I, agama Hindu dijadikan agama negara, namun agama Buddha masih
tetap dapat berkembang.
Kerajaan Harsha, Setelah mengalami masa kegelapan, baru pada abad
ke-7 M muncul Kerajaan Harsha dengan rajanya Harshawardana. Ibu kota Kerajaan
Harsha adalah Kanay. Harshawardana merupakan seorang pujangga besar. Pada masa
pemerintahannya kesusastraan dan pendidikan berkembang dan pesat. Salah satu pujangga
yang terkenal pada masa kerajaan Harshawardana adalah pujangga Bana dengan
karyanya berjudul “Harshacarita”.
Sebelum bangsa Dravida dan Asia masuk ke India, masyarakatnya
menyembah hewan. Namun setelah itu barulah mengenal yang namanya agama Hindu
dan Budha. Ketika penguasa lebih condong kepada agama Hindu maka agama Budha
tersingkirkan. Hasil keseniannya berasal dari tanah liat yang dibakar
(terakota) yang kemudian berbentuk peralatan rumah tangga, kerajinan,
perhiasan, dan lain-lain.
4.
Peradaban
China
Sejarah tertua di Cina dimulai dari muara Sungai Kuning (Hwang-Ho,
yang sekarang bernama Huang He). Wilayah yang sekarang bernama Cina, pada zaman
dahulu disebut Chung-Kuo (negara tengah). Mereka menyebut Chung-Kuo karena
mereka yakin bahwa negerinya terletak di tengah-tengah dunia. Penduduknya pun
disebut Chung Hwa (warga negara-negara tengah). Di kawasan Cina ini mengalir
dua sungai besar yaitu Sungai Hwang-Ho (Sungai Kuning) dan Sungai Yang Tse
(yang sekarang bernama Chang Jiang). Pada daerah-daerah inilah pertama kalinya
tumbuh kebudayaan Cina. Tetapi kenyataannya kebudayaan Cina hanya tumbuh dan
berkembang di daerah Lembah Sungai Kuning (Hwang-Ho).
Peradaban Cina merupakan salah satu peradaban tertua di dunia yang
masih ada hingga kini. Peradaban ini terdiri atas sejarah dan budaya beberapa
Negara sejak enam abad. Cina memiliki sistem penulisan yang konsisten sejak
dahulu dan masih digunakan hingga kini. Banyak penemuan-penemuan penting
bersumber dari peradaban Cina kuno, seperti kertas, kompas, dan materi-materi
cetak. Peradaban Cina dimulai dari Cina Utara yaitu Laut Kuning (Huang ho),
sungai kuning besumber dari pegunungan Kwen Lun di Tibet. Setelah memalui
pegunungan Cina utara, sungai panjang membawa lumpur kuning. Daerah sungai
Huang Ho subur dikarenakan lumpur kuning yang dibawa oleh sungai tersebut.
Berbagai Dinasti – Dinasti juga pernah menancapkan kekuasaan di Cina antara
lain Dinasti Shang, Dinasti Chou, Dinasti Chin, Dinasti Han, Dinasti Sui,
Dinasti Tan, dan lain-lain.
Di Lembah Sungai Hwang-Ho yang subur ini, pada tahun 2500 SM,
tumbuh peradaban manusia yang didukung oleh bangsa Han. Bangsa tersebut
merupakan campuran ras Mongoloid dengan ras Kaukasoid. Menurut cerita, pada
sekitar 1800-1600 SM di Lembah Sungai Hwang-Ho telah berdiri pemerintahan
Dinasti Hsia dengan dasar budaya perunggu, tetapi masyarakatnya belum mengenal
tulisan.
Huang Ho (Sungai Kuning) sungai terbesar kedua di Cina setelah
sungai Yang She. Panjang 4.600 km, luas
daerah aliran 980.000 km2. Bermata air di pegunungan K’un Lu, di bagian muara
membentuk delta di Laut Kuning. Huang Ho merupakan sungai berlumpur terbesar di
dunia (6 kg/m3). Karenanya dinamakan sungai kuning disebabkan karena endapan
lumpur yang dikandungnya berwarna kuning.
Daerah pegunungan Cina terdiri dari dua pegunungan yaitu pegunungan
cina Utara dan Cina Selatan. Di dataran tinggi sebelah Utara mengalir sungai
Huang Ho. Di sepanjang pegunungan Utara itulah terletak pagar tembok Cina yang
sangat terkenal. Panjangnya kira-kira kurang lebih 3.000 km, tingginya
kira-kira 16 m.
Tumbuh dan berkembangnya kebudayaan Cina di Lembah Sungai Hwang-Ho didukung
oleh beberapafaktor sebagai berikut : Air Sungai Hwang-Ho membeku pada musim
dingin, sehingga sulit bagi masyarakat Cina melaksanakan aktivitas
kehidupannya. Ketika musim semi tiba, salju-salju mencair dan menimbulkan air
bah serta menggenangi dataran rendah yang amat luas. Keadaan tersebut dihadapi
oleh masyarakat Cina dengan membuat tanggul raksasa. Sungai Hwang-Ho disebut
Sungai Kuning, karena air yang mengalir berwarna kuning.
Pemujaan dan penghormatan kepada leluhur sangat di junjung tinggi
oleh masyarakat Cina. Anak laki-laki mempunyai kewajiban berdoa untuk arwah
orang tua atau leluhur secara periodik. Sebagai penghormatan, makam leluhur
dibangun di tempat yang tinggi dan subur. Bangsa Cina juga percaya kepada
dewa-dewa alam (dewa sungai, dewa gunung, dewa laut, dan lain-lain) serta
siluman-siluman (ular, kera, babi, dan lain-lain). Dewa tertinggi adalah dewa
Shang Ti (dewa angin).
Masyarakat lembah sungai kuning menganut polytheisme. Mereka memuja
dewa-dewi yang mempunyai kekuatan alam. Dewa yang mereka sembah antara lain:
Feng Pa (dewa angin ), Lei -Shih (dewa angin topan yang digambarkan sebagai
naga besar), Tai Shan (dewa yang menguasai bukit suci ), Ho Po (dewa penguasa
sungai Hoang-Ho). Untuk memuja Ho Po setiap tahun diadakan upacara yang
dipimpin oleh para pendeta perempuan dengan memberi sesaji berupa gadis
tercantik di Cina yang diterjunkan di sungai Hoang Ho tersebut.
Sekitar abad ke delapan SM, negeri Cina diperintah oleh raja-raja
yang lemah, yang tidak dapat lagi memaksa penguasa-penguasa daerah. Maka
timbullah perang saudara. Negeri menjadi mangsa daripada keributan, wabah dan
penderitaan. Dalam jaman serba susah itu, muncullah ahli-ahli fikir yang
terkenal yang hidup pada masa itu antara lain yaitu Lao-tze (605-531 SM).
Ajaran Lao-tze tercantum dalam buku karangannya yang berjudul
Tao-te-ching. Bukunya sangat ringkas dan indah, Lao-tze percaya bahwa ada
kepercayaan semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal bernama Tao. Kalau
ingin mencapai keutamaan yang sebenarnya haruslah orang menyesuaikan dengan Tao
itu. Lao-tze ini lazim disebut Taoisme. Taoisme tidak seberapa besar berpengaruh terhadap orang
orang Cina, bila dibanding dengan ajaran-ajaran Kong Fu-tze, yang oleh orang
Barat dimanakan Confucianisme.
Ajaran Kong Fu-tze ini berdasarkan Tao juga, menurut Kong Fu-tze
Tao adalah kekuatan yang mengatur segala-galanya daalam alam semesta ini,
sehingga tercapai keselarasan. Masyarakat manusia adalah bagian dari alam
semesta itu. Maka tata cara hidup manusia diatur oleh Tao. Oleh karena itu
setiap orang harus menyukai diri dengan ajaran Tao, agar dalam masyarakat
terdapat keselarasan pula. Segala bencana yang terjadi di dunia ini karena
manusia menyalahi aturan Tao itu.
Confusianisme ini selama 24 abad dianggap oleh bangsa Cina sebagai
pegangan yang sebenarnya bagi perorangan, maupun bagi kerjaan. Bahkan sampai
jaman sekarang ajaran ini masih sangat berpengaruh besar terhadap cara hidup,
berfikir sebagian besar penduduk Cina.
Dinasti yang pernah berkuasa di Cina diantaranya : Dinasti Shang
merupakan Dinasti yang pertama dengan pusat pemerintahan di lembah sungai Huang
Ho, kebudayaan ayng terkenal adalah kebudayaan Lung Shan dengan peninggalan
bejana-bejana, kereta kuda dan sisitem penulisan. Setelah itu, Dinasti Chou memiliki
pusat pemerintahan di sungai Yang Tze Kiang. Kemudian di pegang oleh Kaisar
pertama Dinasti Chin bernama Shing Huang Ti. Peninggalan yaitu pembukuaan dan
tembok raksasa Cina. Kemudian pada masa Dinasti Han ini Cina mengalami
perpecahan cukup serius. Nah, setelah itu Dinasti Sui berhasil mempersatukan
Cina kembali. Kemudian Dinasti Tang dipimpin oleh Tang Tai Tsung, kebijakan
yang mampu menarik hati orang ialah: Membuat peraturan baru tentang pajak,
mengatur perundang – undangan yang mengatur pembagian tanah, membagi Cina
menjadi 10 provinsi. Setelah itu, pada masa Dinasti Sung penduduk diperbolehkan
menduduki jabatan penting dalam kerajaan asalkan mereka terpelajar dan pintar
serta mau mengembangkan ajaran neo-Konfusianisme. Kemudian Dinasti Yuan didirikan
oleh bangsa Mongol yang telah berhasil menghancurkan dinasti Sung, yang
terletak di Cina utara yaitu di sungai Huang Ho. Bangsa Mongol berhasil di usir
oleh Dinasti Ming, namun Mongol sangat jaya sebelum diusir oleh dinasti Ming.
5.
Peradaban
Romawi
Romawi Kuno adalah sebuah peradaban yang tumbuh dari negara-kota
Roma didirikan di Semenanjung Italia di sekitar abad ke-9 SM. Selama
keberadaanya selama 12 abad, kebudayaan Romawi berubah dari sebuah monarki ke
sebuah republik oligarki sampai ke kekaisaran yang luas. Dia datang untuk
mendominasi Eropa Barat dan wilayah sekitar di sekitar Laut Tengah melalui
penaklukan dan asimilasi. Namun beberapa faktor menyebabkan kemerosotannya.
Sebelah barat kekaisaran, termasuk Hispania, Gaul, dan Italia, akhirnya pecah
menjadi kerajaan merdeka pada abad ke-5; kekaisaran timur, diatur dari
Konstantinopel, disebut sebagai Kekaisaran Romawi Timur setelah tahun 476,
tanggal tradisional "kejatuhan Romawi" dan kelanjutannya Zaman
Pertengahan.
Peradaban Romawi seringkali dikelompokan sebagai "klasik
antik" bersama dengan Yunani kuno, sebuah peradaban yang menginspirasikan
banyak budaya Romawi Kuno. Romawi Kuno menyumbangkan banyak kepada pengembangan
hukum, perang, seni, literatur, arsitektur, dan bahasa dalam dunia Barat, dan
sejarahnya terus memiliki pengaruh besar dalam dunia sekarang ini.
Romawi awal adalah sebuah monarki yang dipimpin oleh seorang raja.
Semua raja romawi dipilih oleh rakyat roma kecuali Romulus yang menjadi raja
karena dia yang mendirikan Roma. Raja berdaulat penuh, oleh sebab itu, raja
sebagai kepala pemerintahan, kepala negara, pemimpin legislatif, panglima
tertinggi, pemimpin agama, dan hakim agung.
Raja romawi diantaranya : Romulus, Numa Pompilius, Tullus
Hostilius, Ancus Marcius, Tarquinius Priscus, Servius Tullius, dan Tarquinius
Superbus. Pada masa raja yang terakhir memerintah sangat kejam. Dan raja pun
mencabut banyak konstitusi yang telah ditetapkan oleh pendahulunya. Masa akhir
kerajaan romawi saat peristiwa pemerkosaan Lucretia yang kemudian membuat
rakyat memberontak dan menggulingkan kekuasaannya. Setelah itu Romawi pun
berubah menjadi republik.
6.
Peradaban
Yunani
Yunani Kuno
adalah peradaban dalam sejarah Yunani yang dimulai dari periode Yunani Arkais
pada abad ke-8 sampai ke-6 SM, hingga berahirnya Zaman Kuno dan dimulainya Abad
Pertengahan Awal. Peradaban ini mencapai puncaknya pada periode Yunani Klasik,
yang mulai berkembang pada abad ke-5 sampai ke-4 SM. Pada periode klasik ini
Yunani dipimpin oleh negara-kota Athena dan berhasil menghalau serangan
Kekaisaran Persia. Masa keemasan Athena berakhir dengan takluknya Athena kepada
Sparta dalam Perang Peloponnesos pada tahun 404 SM. Seiring penaklukan oleh
Aleksander Agung, kebudayaan Yunani, yang dikenal sebagai peradaban
Hellenistik, berkembang mulai dari Asia Tengah sampai ujung barat Laut Tengah.
Istilah
"Yunani Kuno" diterapkan pada wilayah yang menggunakan bahasa Yunani
pada Zaman Kuno. Wilayahnya tidak hanya terbatas pada semenanjung Yunani
modern, tapi juga termasuk wilayah lain yang didiami orang-orang Yunani, di
antaranya Siprus dan Kepulauan Aigea, pesisir Anatolia (saat itu disebut
Ionia), Sisilia dan bagian selatan Italia (dikenal sebagai Yunani Besar), serta
pemukiman Yunani lain yang tersebar sepanjang pantai Kolkhis, Illyria, Thrakia,
Mesir, Kyrenaika, Galia selatan, Semenanjung Iberia timur dan timur laut,
Iberia, dan Taurika.
Antikuitas
Klasik di Yunani didahului oleh Zaman Kegelapan Yunani (1100 - 750 SM), yang
secara arkeologis dicirikan dengan gaya tembikar protogeometris dan geometris,
yang dilanjutkan oleh Periode Oriental, yaitu pengaruh yang kuat terhadap
Yunani dari budaya Suriah-Hittit, Asiria, Punisia dan Mesir.
Sejarah Yunani
pada Antikuitas Klasik dapat dibagi menjadi beberapa periode berikut:
Ø Periode
Arkais (750 - 500 SM) adalah ketika para seniman mmebuat patung berdiri dalam
pose yang kaku dan keramat dengan 'senyum
arkais'. Periode Arkais biasanya disebut bekahir dengan penggulingan kekuasaan
tiran Athena yang terakhir pada 510 SM.
Ø Periode
Klasik (500 - 323 SM) dicirikan dengan gaya yang oleh para pengamat berikutnya
disebut sebagai contoh, atau klasik, misalnya Parthenon. Dalam politik, periode
Klasik didominasi oleh Athena dan Liga Delos pada abad ke-5 SM, yang digantikan
oleh Hegemoni Sparta
pada awal abad ke-4 SM, sebelum kekuasaan beralih pada Thebes dan Liga Boiotia
dan akhirnya pada Liga Korinthos yang dipimpin oleh Makedonia.
Ø Periode
Hellenistik (323-146 SM) adalah ketika budaya dan kekuasaan Yunani menyebar
sampai ke Timur Dekat dan
Timur Tengah. Periode ini dimulai setelah kematian Aleksander Agung dan
berakhir dengan penaklukan Yunani oleh Romawi.
Ø Yunani
Romawi adalah periode yang berlangsung sejak Romawi menaklukan Korinthos dalam
Pertempuran Korinthos pada 146 SM sampai
didirikannya Bizantium oleh kaisar Konstantinus sebagai ibukota Kekaisaran
Romawi pada 330 SM.
Ø Fase
akhir Antikuitas adalah periode Kristenisasi dari akhir abad ke-4 M sampai abad
ke-6 M, biasanya disebut berakhir setelah ditutupnya Akademi Neoplatonik oleh kaisar Yustinianus I pada 529 M.
Pada abad ke-6 SM beberapa negara kota telah tumbuh menjadi
kekuatan dominan Yunani, antara lain Athena, Sparta, Korinthos, dan Thebes.
Masing-masing menaklukkan wilayah pedesaan dan kota kecil sekitarnya. Sementara
Athena dan Korinthos juga menjadi kekuatan maritim dan perdagangan terkemuka.
Pertumbuhan penduduk yang pesat pada abad ke-8 dan ke-7 SM telah
mengakibatkan perpindahan penduduk Yunani ke koloni-koloninya di Yunani Besar
(Italia selatan dan Sisilia), Asia Minor dan wilayah lainnya. Emigrasi ini
berakhir pada abad ke-6 yang pada saat itu dunia Yunani, secara budaya dan
bahasa, mencakup kawasan yang jauh lebih luas dari negara Yunani sekarang.
Koloni Yunani ini tidak diperintah oleh kota pembangunnya, meskipun mereka
tetap menjalin hubungan keagamaan dan perdagangan.
7.
Peradaban
Assyiria
Pada 700 SM era negara-negara kecil telah berakhir dengan munculnya
kerajaan Asyur. Asyur berasal dari nama negara-kota Ashur (Assur). Kota ini
adalah tunduk kepada raja Agade, Manishtushu, dan Ur III raja, Amar-Sin.
Selama periode III Ur, Ashur juga muncul sebagai nama dewa
pelindung kota. Para sarjana telah menyarankan bahwa dewa namanya berasal dari
kota dan, memang, bahkan mungkin mewakili idealisasi religius kekuasaan politik
kota itu. Asiria atau Asyur juga ialah kerajaan yang berpusat di hulu sungai
Tigris, Mesopotamia, Irak.
Nama kerajaan ini berasal dari ibukotanya, kota Asyur. Istilah
Asiria juga dapat merujuk pada region dimana kerajaan ini berpusat. Kontribusi
besar orang Asyur adalah penyatuan paksa lemah, negara tidak stabil dan
pembentukan sebuah organisasi kekaisaran efisien.
Bangsa Asyiria merupakan bangsa yang militan dan sangat kejam.
Assyria membangun ibukotanya di kota Ninive. Pemerintahan bangsa Assyria
bercorak militer. Bangsa Assyria digelari sebagai bangsa Roma dari Asia. Sebab
muncul gelar tersebut ialah karena seperti bangsa Romawi, bangsa Assyria merupakan
penakluk daerah-daerah di sekitarnya sehingga berhasil membentuk imperium yang
besar. Wilayah Assyria membentang dari teluk Persia sampai Laut Tengah. Mereka
sangat ditakuti oleh bangsa lain karna pasukan infantri, kavaleri dan tentara
dengan kereta perangnya sangat kuat.
Asyur terletak di utara Mesopotamia dan meliputi empat negara: Di
Suriah itu meluas barat ke sungai Efrat, di Turki itu meluas utara ke Harran,
Edessa, Diyarbakir, dan Danau Van, di Iran itu meluas ke timur ke Danau Urmi,
dan di Irak, meluas ke sekitar 100 mil selatan Kirkuk. Ini adalah jantung
Asyur, dari mana begitu banyak Timur Dekat kuno datang untuk dikontrol.
Dua sungai besar dijalankan melalui Asyur, Tigris dan Euhprates,
dan yang lebih kecil, yang paling penting yang menjadi Zab Hulu dan Hilir Zab,
baik sungai untuk Tigris. Strategis di sekitar Tigris dan dua Zabs adalah kota
Asyur Niniwe, Ashur, Arbel, Nimrod dan Arrapkha.
Untuk bagian utara dan timur Asyur kebohongan pegunungan Taurus dan
Zagros. Ke barat dan selatan terletak sebuah dataran tinggi, batu kapur besar
yang rendah.
Tanah Asyur kaya dan subur, dengan bidang tumbuh ditemukan di
setiap daerah. Dua daerah yang luas terdiri dari lumbung Asyur: Arbel dataran
dan dataran Niniwe. Untuk hari ini daerah-daerah produsen tanaman tetap kritis.
Ini adalah dari mana Asyur berasal kekuatannya, karena bisa memberi makan
populasi besar profesional dan pengrajin, yang memungkinkan untuk memperluas
dan memajukan seni peradaban. Jenis ras Asyur adalah bangsa Semit asli
Mesopotamia. Mereka Caucasoids Mediterania, dan etnis berbeda dari orang Arab
dan Yahudi.
Asyur telah menggunakan dua bahasa sepanjang sejarah mereka: Asyur
kuno (Akkadia), dan Modern Asyur (neo-Siria). Akkadia ditulis dengan sistem
penulisan kuno berbentuk baji, pada tablet tanah liat, dan digunakan dari awal
sampai sekitar 750 SM. Dengan 750 SM, cara baru menulis, pada perkamen, kulit,
atau papirus, dikembangkan, dan orang-orang yang membawa metode penulisan
dengan mereka, Aram, akhirnya akan melihat bahasa mereka, Aram, Assyria Kuno
menggantikan karena teknologi terobosan dalam menulis. Dibuat Aram bahasa resmi
kedua dari kerajaan Asyur di 752 SM Meskipun beralih ke bahasa Aram Asyur, itu
bukan transplantasi grosir.
Ashurism adalah agama pertama dari Asyur. Kata yang sangat Asyur,
dalam bentuk Latin, berasal dari nama Ashur, dewa Asyur. Asyur terus berlatih
sampai 256 Masehi Ashurism, meskipun pada saat itu, kebanyakan Asyur telah
menerima kekristenan. Memang, Asyur adalah bangsa pertama yang menerima
Kristen, dan Gereja Asiria didirikan pada 33 AD oleh Thomas, Bortholemew dan
tadeus.
Bangsa Asyiria merupakan bangsa yang militan dan sangat kejam.
Assyria membangun ibukotanya di kota Ninive. Pemerintahan bangsa Assyria
bercorak militer. Bangsa Assyria
digelari sebagai bangsa Roma dari Asia. Sebab muncul gelar tersebut ialah
karena seperti bangsa Romawi, bangsa Assyria merupakan penakluk daerah-daerah
di sekitarnya sehingga berhasil membentuk imperium yang besar. Wilayah Assyria
membentang dari teluk Persia sampai Laut Tengah. Mereka sangat ditakuti oleh
bangsa lain karna pasukan infantri, kavaleri dan tentara dengan kereta
perangnya sangat kuat. daerah maka dibangunlah jalan raya yang bagus.
Selain kehidupannya yang bercorak militer, bangsa Assyria juga
membangun negerinya menjadi sangat maju antara lain di bidang pendidikan. Salah
seorang raja Assyria yang terkenal adalah Assurbanipal. Pada masa
pemerintahannya ia meninggalkan 22000 buah lempengan tanah liat yang tersimpan
di perpustakaan Niniveh. Lempengan (tablet-tablet) tersebut memuat tulisan
tentang masalah keagamaan, sastra, pengobatan, matematika, ilmu pengetahuan
alam, kamus dan sejarah. Asyur sendiri telah menggunakan dua bahasa sepanjang
sejarah mereka: Asyur kuno (Akkadia), dan Modern Asyur (neo-Siria).
Budaya Assyria diimlakkan oleh agama. Bahasa juga terikat pada
gereja baik juga untuk kegunaan bahasa Syriaknya dalam liturgi. Perayaan
berlaku semasa cuti beragama seperti Easter dan Krismas. Terdapat juga cuti
sekular seperti Akitu (Tahun Baru Assyria).
8.
Perbandingan
Penguasa Cina dan Romawi
a.
Romawi
-
Sistem
pemerintahannya yaitu kerajaan (yang dipilih oleh senat), republik, dan
kekaisaran
-
Rajanya
tetap
-
Dalam
kegiatan politik ada 3 pihak yang berkuasa, diantaranya : senat (memiliki
wewenang), konsul, dan diktator.
-
Fase
kekaisaran Romawi : persempurnaan dan pemberian gelar.
-
Romawi
sudah ada kelas bangsawan yang menjadi penguasa, militer, dan petani.
b.
Cina
-
Sistem
pemerintahannya yaitu kerajaan, kekaisaran dan republik
-
Dinasti
dipilih secara turun temurun
-
Pada
masa pra sejarah, penduduk cina berkumpul menyatu, pemimpin dipilih oleh
masyarakat (dipilih oleh orang yang paling bijak) hal ini berlangsung sampai
kaisar Tho.
-
Awalnya
demokratis berubah menjadi monarki
Romawi dan Cina didukung oleh masyarakat agraris dan kelautan. Dari
segi arsitektur bangsa romawi peninggalannya yaitu kolosium (kotak terlarang)
dan Cina yaitu tembok cina. Tempat peribadatan orang cina biasa disebut dengan
kelenteng.
9.
Demokrasi
Yunani dan Indonesia
Kata demokrasi
berasal dari Yunani, “demos” dan “cratos”. Pada abad ke 10 SM pemerintahan dari
rakyat. Setiap rakyat adalah anggota dari badan yang menjalankan pemerintahan.
Demokrasi berhubungan dengan toleransi. Kelebihan dari demokrasi yaitu
masyarakat di beri kesempatan untuk memilih. Sedangkan kekurangannya dalam
pemilihan itu masyarakat bisa saja salah dalam memilih. Plato prihatin dengan
demokrasi, “ jika yang menang dalam demokrasi ini bukanlah orang yang
berpendidikan maka, hancurlah negara ditangannya”. Demokrasi di Yunani tidak
menghargai wanita.
Aristoteles
membagi pemerintahan di Yunani menjadi beberapa bentuk, antara lain monarki,
oligarki, tirani, dan demokrasi. Sebagian besar kota di Yunani pada awalnya
menerapkan monarki, kemudian berganti oligarki, kemudian tirani, kemudian
demokrasi, namun pada tiap periode ada beberapa negara kota yang menggunakan
sistem yang berbeda-beda pula, bahkan ada beberapa yang tidak pernah menerapkan
tirani atau demokrasi sama sekali.
Pada Zaman
Perunggu Akhir, disebut periode Mykenai, antara tahun 2000 SM dan 1200 SM,
semua negara kota Yunani tampaknya menerapkan monarki yang dipimpin oleh raja.
Naskah Iliad karya Homeros menceritakan banyak raja yang berkuasa di kota-kota
Yunani, di antaranya Agamemnon dan Theseus. Beberapa istana raja dari masa ini
berhasil ditemukan oleh para arkeolog.
Setelah Zaman
Kegalapan berakhir, hanya sedikit negara kota Yunani yang masih memiliki raja.
Salah satunya adalah Sparta, yang tak hanya mempertahankan jabatan raja, namun
juga memiliki dua raja yang berkuasa bersama-sama. Pada masa perang, salah satu
raja biasanya tetap tinggal di kota sementara yang satunya pergi berperang. Sebagian
besar negara kota pada periode Arkaik menerapkan sistem oligarki, yang mana
pemerintahan dipimpin oleh para aristokrat (orang kaya). Kemudian pada tahun
600-an SM dan 500-an SM, banyak negara kota yang dipimpin oleh tiran. Tiran
biasanya merupakan seorang aristokrat yang berhasil memperoleh banyak sekali
dukungan dari orang miskin.
Pada tahun 10
SM, negara kota Athena menciptakan pemerintahan demokrasi pertama, dan dengan
cepat negara-negara kota Yunani lainnya meniru Athena. Bahkan negara-kota yang
bukan Yunani, seperti Kartago dan Romawi, mencoba-coba sistem ini dengan cara
memberi lebih banyak kekuasaan pada orang miskin. Namun demokrasi Athena tidak
benar-benar memberi kekuasaan pada setiap orang. Sebagian besar orang Athena
tetap tak dapat memilih, terutama perempuan, budak, anak-anak, dan orang asing.
Selain itu, pada masa ini Athena menguasai banyak negara kota Yunani lainnya,
dan rakyat dari kota yang dikuasai oleh Athena juga tak dapat memilih.
Pada era
Presiden Soekarno, Indonesia sempat menganut demokrasi terpimpin tahun 1956.
Indonesia juga pernah menggunakan demokrasi semu (demokrasi pancasila) pada
era Presiden Soeherto hingga tahun 1998
ketika Era Soeharto digulingkan oleh gerakan mahasiswa. Setelah era Seoharto berakhir Indonesia kembali menjadi negara yang
benar-benar demokratis mulai saat itu.
Pemilu demokratis yang diselenggarakan tahun 1999 dimenangkan oleh
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Pada tahun 2004 untuk pertama kali
Bangsa Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum presiden. Ini adalah sejarah
baru dalam kehidupan demokrasi Indonesia.
10.
Peradaban
Thailand
Fosil tanaman
dan hewan telah ditemukan di banyak daerah di Thailand, khususnya di Dataran
Tinggi Korat di timur laut Thailand. Sebagian besar fosil hewan yang ditemukan
adalah dari dinosaurus, yang mana saat ini terutama untuk era Jurassic bukti
tertua dari dinosaurus tersebut terdapat di Asia Tenggara. Tulang dinosaurus
terbungkus dalam batu pasir di perbukitan Wiang Phu dari provinsi Khon Kaen
yaitu Phuwiangosaurus sirindhornae, dinosaurus raksasa pemakan tanaman yang
memiliki leher panjang dan ekor serta kepala kecil.
Empat spesies
lain dari dinosaurus yang digali di Phu Wiang termasuk isanensis Siamotyrannus,
versi yang lebih kecil dari Tyrannosaurus rex, Siamosauraus suteethorni,
seperti buaya, Compsognathus, dinosaurus terkecil di dunia, dan
ornithomimosaur, sebuah dinosaurus seperti
burung unta. Di dekat provinsi Chaiyaphum dua spesies dinosaurus baru lainnya ditemukan: Psittacosaurus
sattayaraki, dinosaurus mirip dengan paruh burung beo, dan Isanosaurus
attavipachi, yang mirip dengan Phuwiangosaurus. Fosil Homo erectus juga telah
ditemukan di Thailand. Dikenal sebagai orang Lampang untuk penemuannya di
provinsi Lampang, saat ini sudah sekitar 1.000.000 - 500.000 tahun yang lalu di
Era pleistosen. Bukti manusia pertama
yang hidup di zaman Thailand modern ditemukan di Ban Chiang, dekat Udon Thani
di Thailand timur laut, situs makam dan artefak termasuk alat-alat perunggu dan
gerabah memberikan bukti masyarakat yang dianggap memiliki pengetahuan tentang
budidaya padi dan menempati daerah
tersebut terus menerus dari 2100-200 SM,pada masa Neolitik ke Zaman Besi.
Thailand
pertama kali dihuni oleh Mon dan kelompok Khmer dan kemudian oleh Tai, sebuah
kelompok etnis yang bermigrasi dari selatan Cina ke Vietnam dan secara bertahap
ke Laos dan utara Thailand.
Pada abad
pertama Masehi, bangsa Tai telah tersebar di Yunan, Vietnam, Laos, Thailand,
dan Myanmar terpecah ke dalam berbagai sekte sub linguistik. Relatif sedikit
bangsa thai di wilayah selama periode tersebut, Tai menempati daerah sampai
Asia Tenggara bagian utara, diapit antara kerajaan Nan Zhao, Pyu, dan Angkor.
Dimulai pada
sekitar abad ke-2 Masehi, Kekaisaran Sriwijaya di Sumatera memperluas
jangkauannya sampai Semenanjung Malaysia ke Thailand selatan. Nakhon Si
Thammarat dan Chiaya, Surat Thani didirikan selama periode tersebut untuk
memfasilitasi perdagangan di seluruh Genting tanah Kra.
Sekitar abad ke
6 hingga abad ke 9, dataran rendah yang subur dihuni oleh peradaban Mon yang
dikenal sebagai Dvaravati. Berbeda dengan kerajaan tetangganya Chenla dan
Angkor, Dvaravati tetap menjadi peradaban kota misterius yang didirikan
dikelilingi oleh parit dan dinding tanah, Lopburi sebagai pelayanan pusat
keagamaan penting dan Nakhon Pathom yang dekat dengan ibukota Bangkok. Walau
banyak yang tidak diketahui di dunia ini , rute perdagangan Dvaravati sudah
terbukti internal dan eksternal yang penting bagi perkembangan Thailand dan
meninggalkan kekayaan karya seni Buddha yang membuktikan pengaruh besar
kebudayaan India dan agama telah di wilayah tersebut.
Dari abad ke 9
hingga abad ke 11 bangsa Khmer Angkor memperluas kerajaan mereka dengan
mencakup sebagian besar dari zaman Thailand modern, provinsi kota-kota penting didirikan oleh Phimai,
Lopburi dan bahkan Nakhon Si Thammarat. Selama beberapa abad banyak aspek
budaya Khmer yang digunakan/ diserap oleh penduduk asli, Tai menjadi semakin
meningkat dengan populasi tersebut sehingga bermigrasi ke selatan. Candi-candi
di Rung Phanom, Phimai, dan Lopburi adalah periode sejarah Thailand.
Sepanjang
pemerintahan Angkor, Lopburi sering menyatakan kemerdekaan dan itu penting
untuk perkembangan budaya Syam. Bangsa Cina, yang disebut utusan dari daerah
sebagai perwakilan "Hsien" atau Siam (tampak seperti yang diucapkan)
mendokumentasikan permintaan dari kemerdekaan Lopburi meminta dari Angkor sejak
1001.
SUMBER
REFERENSI
Hasil diskusi selama 1 Semester
http://www.wikipedia.org . Sejarah Dunia. 20 Desember 2013. 20.00 WIB
Kuntojo, Sutrisno.1976. Dkk. Sejarah Dunia I. Jakarta: Wijaya.
Sadli. Hasan. Ensiklopedi Indonesia. Jakakarta: ICHTIAR BATU VAN HOEVE. 1982.
Tim Penyusun. 2003. Materi
Kuliah Sejarah Perkembangan Agama Buddha. Jakarta; CV Dewi Kalyana Abadi.
Wahyono, Mulyadi. 1992. Sejarah
Perkembangan Agama Buddha 1. Jakarta: Direktorat Jendral Bimbingan
Masyarakat Hindu dan Buddha dan Universitas Terbuka.
Wise
Bauer, Susan. 2011. Sejarah Dunia Kuno
Dari Cerita Terta sampai Jatuhnya Roma. Jakarta: PT.Elex Komputindo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
just share!