Selasa, 21 Januari 2014

Materi Sejarah Dunia I

RESUME MATERI
SEJARAH DUNIA I
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Semester III
DOSEN PENGAMPU :
DRS. H. JAHDAN IBNU HUMAM SHOLEH, MS

DISUSUN OLEH :
SRI WINDARI
12120004
JURUSAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM
FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013


 Pendahuluan
A.    Latar belakang
            Peradaban tinggi dunia tidak pernah lepas dari yang namanya perairan (sungai) karena itulah pusatnya kehidupan sebuah daerah, negara bahkan dunia. Setiap peradapan didunia ini memiliki ciri khas masing-masing. Misalnya, Mesir yang memiliki peradaban yang jauh sebelum masehi. Akan tetapi, peradabannya termasuk peradaban yang tinggi dan modern (Spinx, piramida), kemudian Mesopotamia yang menjadi tempat revolusi pertanian pertama kali dan menyebar sampai ke Asia dan Eropa.
            Lembah peradaban meliputi ide yang berkaitan dengan filosofi, simbol kepercayaan, sistem dan lain-lain. Kemudian physics (yang berkaitan dengan istana, pusat kekuasaan, tempat ibadah, kuil / obelisk, makam, irigasi, tempat tinggal, alat pertanian / rumah tangga / senjata, dan lain-lain. Science (astronomi, arsitektur, pengobatan, dan lain-lain).
            Setiap peradaban pasti ada penguasanya / pemimpin. Setiap penguasa pasti selalu punya “penyakit” seperti membuat undang-undang yang menguti orang luar menjadi orang dalam. Undang-undang ini biasanya ditulis di batu, yang dikenal dengan huruf paku. Digoreskan di batu yang membuat hukumnya mengandung hukum pidana dan perdata pastinya.










Pembahasan
1.      Peradaban Mesopotamia
Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris. Sungai Eufrat dan Tigris merupakan sungai yang bersumber dari Pegunungan Armenia (Turki), keduanya berada di daerah Mesopotamia (sekarang Irak). Mesopotamia adalah nama sebutan daerah yang diapit oleh dua sungai, meso berarti tengah dan potamos artinya sungai. Daerah ini merupakan daerah yang sering kena banjir di saat musim hujan, dengan begitu lumpur-lumpur yang dibawa air menyebabkan lahan di sekitarnya menjadi subur. Ketergantungan bangsa-bangsa yang mendiami Lembah Sungai Eufrat dan Tigris disebabkan oleh daerah yang mengelilinginya adalah gurun yang terbentang luas, yaitu Gurun Elbrus dan Gurun Hamad. Tampak terlihat daerah Mesopotamia adalah lahan yang paling subur dibandingkan sekelilingnya.
Kesuburan tanah mendatangkan manusia untuk bertempat tinggal di daerah tersebut dengan pencahariannya bercocok tanam. Dari kondisi tersebut, muncul peradaban, bahkan para ahli mempercayai bahwa mesopotamia adalah tempat asalnya peradaban manusia di dunia. Bangsa Ubaid adalah bangsa pertama yang mendiami daerah tersebut pada tahun 5000 SM dengan ditandai munculnya kota Kish, Eridu dan Ur. Kedatangan bangsa Sumeria pada tahun 3000 SM membaur dengan bangsa Ubaid, lalu membangun sebuah kota dengan rumah-rumah yang dibuat dari lumpur dan tanah liat.
Sistem Pemerintahan di Mesopotamia berbentuk negara kota. Raja merangkap sebagai kepala negara. Kronologis bangsa-bangsa yang mendiami Mesopotamia sampai dengan tahun 323 SM yaitu sebagai berikut: Bangsa Ubaidian 5000 – 4500 SM, Bangsa Sumeria I 3800 – 3200 SM, Bangsa Jamdet Nasr 3200 – 3000 SM, Bangsa Akkadia 2900 – 2250 SM, Bangsa Sumeria II 2250 – 2200 SM, Bangsa Guti 2200 – 2100 SM, Bangsa Amolia (Babilonia I) 1850 – 1600 SM, Bangsa Hittit 1600 – 1300 SM, Bangsa Asyria 1300 – 612 SM, Bangsa Khaldea (Babilonia II) 612 – 500 SM, Bangsa Persia 500 – 326 SM, Bangsa Yunani (Alexander the Great) 326 – 323 SM.
Bangsa Sumeria mempercayai banyak dewa yang ditimbulkan oleh kondisi alam yang tidak stabil. Diantara banyak dewa-dewa yang dikenal, tiga di antaranya merupakan dewa tertinggi antara lain Dewa Anu (Dewa Langit), Dewa Enlil (Dewa Bumi) dan Dewa Ea (Dewa Air). Keberhasilan bangsa Sumeria menguasai daerah Mesopotamia diabadikan dalam sebuah mitologi kemenangan saat terjadi peperangan antara Dewa Marduk dengan Dewa Tiamat. Dewa Tiamat dianggap sebagai dewa petaka yang selalu membawa bencana banjir.
Hasil kebudayaan peradaban sungai eufrat dan trigris berupa ilmu pengetahuan dan tekhnologi, yaitu:
-          Aksara Sejak berdirinya Sumeria, bangsa-bangsa yang mendiami Lembah Sungai Eufrat dan Tigris sudah mengenal abjad dengan bentuk huruf paku dengan sebutan kuneiform. Pengembangan huruf ini didapat pada peninggalan Babylonia sebuah prasasti batu Undang-undang Hammurabi yang memuat 282 pasal, setiap pasalnya memuat peraturan dan hukuman bagi pelanggarnya.
-          Kalender Pergantian musim menunjukkan pergantian bulan, untuk kepentingan masa bercocok tanam dan panen mendorong timbulnya sistem penanggalan. Penanggalan waktu ini sudah dikenal sejak Kerajaan Sumeria dan berkembang sejak Kerajaan Chaldea yang membagi minggu dalam 7 hari, hari dalam 24 jam, sama seperti yang terjadi saat ini.
-          Ilmu hitung Bangsa Sumeria sudah mengenal angka 60 (sexagesimal) bilangan dasar, susunan angka 60 dipakai sebagai besarnya derajat dalam 1 lingkaran, yakni 360 derajat yang dianalogikan sama dengan peredaran bumi mengelilingi matahari dalam 1 tahun yang terdiri dari 360 hari.
Kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di Mesopotamia antara lain sebagai berikut : Kerajaan Sumeria (3500 SM), Kerajaan Akkad (2300 SM), Kerajaan Babylonia Lama (1850 SM), Kerajaan Assyria (Assur), Kerajaan Babylonia (Baru) atau Chaldea, dan Kerajaan Persia.
Penduduk dan Masyarakat Daerah-daerah di sekitar daerah Mesopotamia didiami oleh bangsa-bangsa yang termasuk rumpun bangsa Semit. Kehidupannya bersifat seminomaden. Aktivitas perdagangan melalui Sungai Eufrat dan Tigris. Sekitar tahun 3000 SM, daerah Mesopotamia didiami oleh bangsa Sumeria. Orang-orang Mesopotamia lebih banyak bertempat tinggal pada kota-kota besar dan juga pada ibu kotanya yang bernama Uruk (Ur).
Pertanian dan Pengairan Pada musim hujan (dari bulan Oktober-April) di Mesopotamia terjadi air bah dari kedua sungai itu. Air menggenangi daerah di sepanjang aliran sungai dan setelah surut meninggalkan Iapisan lumpur yang sangat subur. Di daerah-daerah itulah masyarakat hidup dengan bercocok tanam atau bertani. Bangsa-bangsa di Mesopotamia sudah mampu menanggulangi masalah banjir, dan memanfaatkan airnya untuk keperluan pertanian. Caranya ialah membuat sistem pengairan yang baik. Bendungan dibangun dan telaga buatan digali untuk menyalurkan dan menyimpan air yang berlebihan di masa banjir.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Peradaban Mesopotamia telah memperlihatkan keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sejak didiami oleh bangsa Sumeria (tahun 3000 SM). Keunggulan-keunggulan tersebut tampak dalam bidang-bidang berikut : Bidang arsitektur, orang Sumeria membangun kotanya menurut tata aturan kota yang terencana. Bangunan umumnya terbuat dari batu bata dan tanah liat. Kemampuan mengolah logam, dari pengolahan logam dihasilkan cermin, tongkat-tongkat, kapak, dan perlengkapan senjata lainnya. Mereka juga pandai membuat pakaian lenan, perkakas dari tembikar dan tembaga, serta perhiasan dari emas. Bidang ilmu pengetahuan, Ashurbanipal, pemimpin Assyria, membangun perpustakaan tertua di dunia. Mesopotamia pada zaman Babylonia (Baru) terkenal dengan "taman gantung", yang kemudian menjadi salah satu keajaiban dunia.
Berkembangnya kepercayaan di Mesopotamia berawal dari kepercayaan bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria memuja dewa-dewa yang menguasai alam, seperti Dewa Anu (Dewa Langit), Dewa Enlil (Dewa Bumi), dan Dewa Ea (Dewa Air). Ketiga dewa itu mendapat pemujaan tertinggi dari bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria juga menyembah Dewa Sin (Dewa Bulan), Dewa Samas (Dewa Matahari), dan Dewa Istar (Dewa Perang dan Asmara).
Bangsa Sumeria juga menyembah Tammuz (Dewa Tumbuh-tumbuhan) untuk memajukan pertanian. Dewa yang memiliki peranan penting dalam kepercayaan bangsa Sumeria adalah dewa yang berhubungan dengan terciptanya dunia, yaitu Dewa Marduk. Dewa Marduk adalah lambang usaha bangsa Sumeria di dalam menciptakan daerah pertanian.
Kepercayaan bangsa Sumeria ini terus berkembang dan dianut oleh masyarakat yang tinggal di daerah Mesopotamia. Tetapi ketika bangsa Persia menguasai daerah Mesopotamia, berkembanglah ajaran agama Persia.
Kitab Suci Awesta ini merupakan firman-dewa dengan perantara nabi diturunkan kepada bangsa Persia. Pada masyarakat bangsa Sumeria terdapat kepercayaan, bahwa manusia setelah mati akan hilang. Hal ini dijelaskan dalam cerita Gilgamesh. Cerita itu pada hakikatnya mempunyai kesimpulan bahwa hidup abadi di dunia ini tidak ada.
Sejak awal pemerintahannya, Raja Hammurabi telah memperkenalkan sistem hukuman dalam kehidupan masyarakat yang peraturannya didasarkan atas nilai-nilai tradisional. Dengan peraturan hukum seperti itu, masyarakat akan dapat hidup dengan hidup yang tertib dan menjadikan Raja Hammurabi sebagai raja yang besar, bijaksana, dan termasyhur namanya. Hukum tersebut berupa prasasti batu yang tingginya delapan kaki atau sekitar 2,5 meter dan ditempatkan di tengah-tengah ibu kota Kerajaan Babylonia. Prasasti itu ditemukan kembali oleh pada ahli Prancis di Kota Susa (Persia) pada abad ke-20.
Hukum itu dikenal dengan Hukum atau Undang-Undang Hammurabi (CodexHammurabi) dan merupakan hukum atau undang-undang tertulis pertama di dunia. Dalam kitab hukum atau undang-undang itu ditulis tentang peraturanperaturan yang menyangkut bidang pertanian, perdagangan, agama, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Hukum itu terdiri dari 300 pokok undang-undang. Pada setiap bagian dengan jelas tercantum jenisjenis pelanggaran dan hukumannya. Dalam menjalankan undang-undang itu, Raja Hammurabi bertindak dengan keras dan tegas, sehingga terwujud ketertiban dan keamanan.
2.      Peradaban Mesir
Pada akhir masa peleolitik, iklim Afrika utara menjadi semakin panas dan kering. Akibatnya, penduduk di wilayah tersebut terpaksa berpusat disepanjang Sungai Nil. Sebelumnya, semenjak manusia pemburu-pengumpul mulai tinggal di wilayah tersebut pada akhir Pleistosen Tengah (sekitar 120 ribu tahun lalu), Sungai Nil telah menjadi urat nadi kehidupan Mesir. Dataran banjir Nil yang subur memberikan kesempatan bagi manusia untuk mengembangkan pertanian dan masyarakat yang terpusat dan mutakhir, yang menjadi landasan bagi sejarah peradaban manusia.
Peradaban lembah sungai Nil di Mesir, Afrika, lahir disebabkan kesuburan tanah disekitar lembah sungai yang diakibatkan oleh banjir yang membawa lumpur. Hal inilah yang menarik perhatian manusia untuk mulai hidup dan membangun peradaban ditempat tersebut. Peradaban lembah sungai Nil dibangun oleh masyarakat Mesir Kuno.
Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara ke Laut Tengah. Ada empat negara yang dilewati sungai Nil yaitu Uganda, Sudan, Ethiopia dan Mesir.
Menurut mitos, air sungai yang mengalir terus tersebut adalah air mata Dewi Isis yang selalu sibuk menangis dan menyusuri sungai Nil untuk mencari jenazah puteranya yang gugur dalam pertempuran. Namun secara ilmiah, air tersebut berasal dari gletsyer yang mencair dari pegunungan Kilimanjaro sebagai hulu sungai Nil. Peranan sungai Nil begitu penting bagi lahirnya kehidupan masyarakat di lembah sungai tersebut. Maka tepatlah jika Herodotus menyebutkan “Mesir adalah hadiah sungai Nil” (Egypt is the gift of the Nile).
Sejarah politik di Mesir berawal dari terbentuknya komunitas-komunitas di desa-desa sebagai kerajaan-kerajaan kecil dengan pemerintahan desa. Desa itu disebut nomen. Dari desa-desa kecil berkembanglah menjadi kota yang kemudian disatukan menjadi kerajaan Mesir Hilir dan Mesir Hulu. Proses tersebut berawal dari tahun 4000 SM namun pada tahun 3400 SM seorang penguasa bernama Menes mempersatukan kedua kerajaan tersebut menjadi satu kerjaan Mesir yang besar.
Sejak tahun 3400 SM sejarah Mesir diperintah oleh 30 dinasti yang berbeda yang terdiri dari tiga zaman yaitu Kerajaan Mesir Tua yang berpusat di Memphis, Kerajaan Tengah di Awaris dan Mesir Baru di Thebe.
Kerajaan Mesir Tua (2660 – 2180 SM)
Lahirnya kerajaan Mesir Tua setelah Menes berhasil mempersatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Sebagai pemersatu ia digelariNesutbiti dan digambarkan memakai mahkota kembar.
Kerajaan Mesir Tua disebut zaman piramida karena pada masa inilah dibangun piramida-piramida terkenal misalnya piramida Sakarahdari Firaun Joser. Piramida di Gizeh adalah makam Firaun Cheops, Chifren dan Menkawa.
Kerajaan Mesir Tengah (1640 – 1570 SM)
Kerajaan Mesir Tengah dikenal dengan tampilnya Sesotris III. Ia berhasil memulihkan persatuan dan membangun kembali Mesir. Tindakannya antara lain membuka tanah pertanian, membangun proyek irigasi, pembuatan waduk dan lain-lain. Ia meningkatkan perdagangan serta membuka hubungan dagang dengan Palestina, Syria dan pulau Kreta. Sesotris III juga berhasil memperluas wilayah ke selatan sampai Nubia (kini Ethiopia). Sejak tahun 1800 SM kerajaan Mesir Tengah diserbu dan ditaklukkan oleh bangsa Hyksos.Pada waktu itu kerajaan Mesir Tengah sedang mengalami kehancuran yang sangat signifikan.


Kerajaan Mesir Baru (1570 - 1075 SM)
Sesudah diduduki bangsa Hyksos, Mesir memasuki zaman kerajaan baru atau zaman imperium. Disebut zaman imperium karena para Firaun Mesir berhasil merebut wilayah/daerah di Asia barat termasuk Palestina,Funisia dan Syria.
Raja-raja yang memerintah zaman Mesir Baru antara lain: Ahmosis I, Thutmosis I, Thutmosis III, Imhotep IV, Ramses II.

Masyarakat Mesir mengenal pemujaan terhadap dewa-dewa. Ada dewa yang bersifat nasional yaitu Ra (Dewa Matahari), Amon (Dewa Bulan) kemudian menjadi Amon Ra. Sebagai lambang pemujaan kepada Ra didirikan obelisk yaitu tiang batu yang ujungnya runcing. Obelisk juga dipakai sebagai tempat mencatat kejadian-kejadian. Untuk pemujaan terhadap dewa Amon Ra dibangunlah Kuil Karnak yang sangat indah pada masa Raja Thutmosis III.
Selain dewa nasional maka ada dewa-dewa lokal yang dipuja pada daerah-daerah tertentu seperti Dewa Osiris yaitu hakim alam baka, Dewi Isis yaitu dewi kecantikan isteri Osiris, Dewa Aris sebagai dewa kesuburan dan dewa Anubis yaitu dewa kematian.
Wujud kepercayaan yang berkembang di Mesir berdasarkan pemahaman sebagai berikut:
1. Penyembahan terhadap dewa berangkat dari ide/gagasan bahwa manusia tidak berdaya dalam menaklukkan alam.
2. Yang disembah adalah dewa/dewi yang menakutkan seperti dewa Anubis atau yang memberi sumber kehidupan.
Jadi dengan taat menyembah pada dewa masyarakat lembah sungai Nil mengharap jangan menjadi sasaran maut.
Kepercayaan yang kedua berkaitan dengan pengawetan jenazah yang disebut mummi. Dasarnya membuat mummi adalah bahwa manusia tidak dapat menghindari dari kehendak dewa maut. Manusia ingin tetap hidup abadi. Agar roh tetap hidup maka jasad sebagai lambang roh harus tetap utuh.
Masyarakat Mesir mengenal bentuk tulisan yang disebut Hieroglyph berbentuk gambar. Tulisan Hieroglyph ditemukan di dinding piramida, tugu obelisk maupun daun papirus. Huruf Hieroglyph terdiri dari gambar dan lambang berbentuk manusia, hewan dan benda-benda. Setiap lambang memiliki makna. Tulisan Hieroglyph berkembang menjadi lebih sederhana kemudian dikenal dengan tulisan hieratik dan demotis. Tulisan hieratik atau tulisan suci dipergunakan oleh para pendeta. Demotis adalah tulisan rakyat yang dipergunakan untuk urusan keduniawian misalnya jual beli.
Huruf-huruf Mesir itu semula menimbulkan teka-teki karena tidak diketahui maknanya. Secara kebetulan pada waktu Napoleon menyerbu Mesir pada tahun 1799 salah satu anggota pasukannya menemukan sebuah batu besar berwarna hitam di daerah Rosetta.
Batu itu kemudian dikenal dengan batu Rosetta memuat inskripsi dalam tiga bahasa. Pada tahun 1822 J.F. Champollion telah menemukan arti dari isi tulisan batu Rosetta dengan membandingkan tiga bentuk tulisan yang digunakan yaitu Hieroglyph, Demotik dan Yunani. Dengan terbacanya isi batu Rosetta terbukalah tabir mengenai pengetahuan Mesir kuno (Egyptologi) yang Anda kenal sampai sekarang.
Selain di batu, tulisan Hieroglyph juga ditemukan di kertas yang terbuat dari batang Papirus.
Masyarakat Mesir mula-mula membuat kalender bulan berdasarkan siklus (peredaran) bulan selama 291/2 hari. Karena dianggap kurang tetap kemudian mereka menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing (Sirius) yang muncul setiap tahun. Mereka menghitung satu tahun adalah 12 bulan, satu bulan 30 hari dan lamanya setahun adalah 365 hari yaitu 12 x 30 hari lalu ditambahkan 5 hari. Mereka juga mengenal tahun kabisat. Penghitungan ini sama dengan kalender yang kita gunakan sekarang yang disebut Tahun Syamsiah (sistem Solar).
Penghitungan kalender Mesir dengan sistem Solar kemudian diadopsi (diambil alih) oleh bangsa Romawi menjadi kalender Romawi dengan sistem Gregorian. Sedangkan bangsa Arab kuno mengambil alih penghitungan sistem lunar (peredaran bulan) menjadi tarik Hijriah.
Dari peninggalan bangunan-bangunan yang masih bisa disaksikan sampai sekarang menunjukkan bahwa bangsa Mesir telah memiliki kemampuan yang menonjol di bidang matematika, geometri dan arsitektur. Peninggalan bangunan Mesir yang terkenal adalah piramida dan kuil yang erat kaitannya dengan kehidupan keagamaan.
Piramida dibangun untuk tempat pemakaman Firaun. Arsitek terkenal pembuat piramida adalah Imhotep. Bangunan ini biasanya memiliki kamar bawah tanah, pekarangan dan kuil kecil di bagian luarnya. Tiang-tiang dan dindingnya dihiasi dengan hiasan yang indah. Di bagian dalam terdapat lorong-lorong, lubang angin dan ruang jenazah raja. Di depan piramida terdapat spinx yaitu patung singa berkepala manusia. Fungsi spinx adalah penjaga piramida.
Bangunan kedua adalah kuil yang berfungsi sebagai tempat pemujaan dewa-dewa. Kuil terbesar dan terindah adalah Kuil Karnak untuk pemujaan Dewa
Amon Ra. Kuil Karnak panjangnya ±433 m (1300 kaki), tiang-tiangnya setinggi 23,5 m dengan diameter ±6,6 m (20 kaki). Tembok, tiang dan pintu gerbang dipenuhi dengan lukisan dan tulisan yang menceritakan pemerintahan raja.
3.      Peradaban India
India adalah salah satu dari sekian wilayah yang memiliki peradaban yang tinggi. Peradaban yang didukung oleh sungai Indus, Gangga, Yumna, dan Brahmaputra yang ada  di India. Kondisi tanah yang subur dan juga keberadaan air yang mencukupi, menjadikan india maju dalam bidang pertanian, dan juga perdagangan.
Selain kondisi alam dan juga kondisi air yang mendukung, peradaban di India juga didukung oleh kecakapan masyarakan India dalam berkreasi. Hali ini terbukti dengan banyaknya hasil peradaban yang ada di India seperti bangunan-bangunan, hasil kerajinan, dan hasil kebudayaan lainnya.
India adalah negara yang memiliki sejarah peradaban tinggi. Para ahli sejarah memperkirakan peradaban Lembah Sungai Indus pada kurun waktu 2800 SM–1800 SM. Peradaban India Kuno ini dikenal sebagai peradaban Harappa karena penggalian pertamanya di kota Harappa. Ada seorang arkeolog berkebangsaan Inggris bernama Sir John Hubert Marshall yang mengungkapkan adanya kota kuno Harappa dan Mohenjodaro pada awal abad ke-20.
Peradaban kuno tersebut berada di tepi aliran dua sungai besar, yaitu Sungai Indus yang masih ada sampai sekarang dan Sungai Sarasvati yang mungkin telah kering pada akhir 1900 SM. Para ahli meyakini  bahwa pusat peradaban Mohenjodaro terletak di Lembah Indus yang berada di timur Sungai Indus, tepatnya di provinsi Sindu Pakistan dan kota Harappa diprovinsi Punjabi, India. Secara geografis, letak peradaban kuno ini di sebelah utara berbatasan dengan pegunungan Himalaya. Sebelah barat berbatasan dengan Pakistan. Di selatan, berbatasan dengan Samudera Hindia dan sebelah timur berbatasan dengan Myanmar dan Bangladesh.
Harappa didiami oleh tukang, pedagang dan pekerja semuanya tanpa sosok dan tidak memiliki catatan perang, pendudukan dan pergulatan kekuasaan atau kisah pahlawan tapi di sebuah kota pasti ada raja salah satu dari satu-satunya gambaran yang memiliki ciri khas yang ditemukan di dalam reruntuhan adalah patung seorang laki-laki berjanggut, mengenakan jubah berhias dan tutup kepala, matanya setengah tertutup dan wajahnya tanpa ekspresi. Mungkin ia adalah raja Mohenjo-Daro.
Bangsa yang pertama kali membangun peradaban Mohenjo Daro dan Harappa ini diperkirakan adalah Bangsa Dravida. Bangsa Dravida termasuk ras australoid dengan ciri-ciri tubuh pendek, bibir tebal, kulit hitam, hidung pesek, berbadan tegap dan berambut ikal. Mereka sudah menetap dan tinggal di Lembah Indus dengan bercocok tanam sesuai keadaan alam sekitar lembah yang subur dan dialiri sungai.Lambat laun, Lembah Indus menjadi ramai dengan jumlah penduduk diperkirakan mencapai 30 hingga 40 ribu orang.
Pusat peradaban lembah sungai Gangga terletak antara pegunungan Himalaya dan pegunungan widya kena. Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Arya yang termasuk bangsa Indo-Jerman. Mereka datang dari daerah Kaukasus dan menyebar ke arah timur. Bangsa Arya memasuki wilayah India antara tahun 200-1500 SM, melalui Celah Kaibar di Pegunungan Hirnalaya. Bangsa Arya adalah bangsa peternak dengan kehidupan yang terus mengembara. Setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Indus dan menguasai daerah yang subur, akhirnya mereka hidup menetap.Selanjutnya, mereka menduduki Lembah Sungai Gangga dan terus mengembangkan kebudayaannya.
Runtuhnya Kerajaan Maurya menjadikan keadaan kerajaan menjadi kacau dikarenakan peperangan antara kerajaan-kerajaan kecil yang ingin berkuasa. Keadaan yang kacau, mulai aman kembali setelah munculnya kerajaan-kerajaan baru. Kerajaan-kerajaan tersebut di antaranya :
Kerajaan Gupta, Pendiri Kerajaan Gupta adalah Raja Candragupta I dengan pusatnya di Lembah Sungai Gangga. Pada masa pemerintahan Raja Candragupta I, agama Hindu dijadikan agama negara, namun agama Buddha masih tetap dapat berkembang.
Kerajaan Harsha, Setelah mengalami masa kegelapan, baru pada abad ke-7 M muncul Kerajaan Harsha dengan rajanya Harshawardana. Ibu kota Kerajaan Harsha adalah Kanay. Harshawardana merupakan seorang pujangga besar. Pada masa pemerintahannya kesusastraan dan pendidikan berkembang dan pesat. Salah satu pujangga yang terkenal pada masa kerajaan Harshawardana adalah pujangga Bana dengan karyanya berjudul “Harshacarita”.
Sebelum bangsa Dravida dan Asia masuk ke India, masyarakatnya menyembah hewan. Namun setelah itu barulah mengenal yang namanya agama Hindu dan Budha. Ketika penguasa lebih condong kepada agama Hindu maka agama Budha tersingkirkan. Hasil keseniannya berasal dari tanah liat yang dibakar (terakota) yang kemudian berbentuk peralatan rumah tangga, kerajinan, perhiasan, dan lain-lain.

4.      Peradaban China
Sejarah tertua di Cina dimulai dari muara Sungai Kuning (Hwang-Ho, yang sekarang bernama Huang He). Wilayah yang sekarang bernama Cina, pada zaman dahulu disebut Chung-Kuo (negara tengah). Mereka menyebut Chung-Kuo karena mereka yakin bahwa negerinya terletak di tengah-tengah dunia. Penduduknya pun disebut Chung Hwa (warga negara-negara tengah). Di kawasan Cina ini mengalir dua sungai besar yaitu Sungai Hwang-Ho (Sungai Kuning) dan Sungai Yang Tse (yang sekarang bernama Chang Jiang). Pada daerah-daerah inilah pertama kalinya tumbuh kebudayaan Cina. Tetapi kenyataannya kebudayaan Cina hanya tumbuh dan berkembang di daerah Lembah Sungai Kuning (Hwang-Ho).
Peradaban Cina merupakan salah satu peradaban tertua di dunia yang masih ada hingga kini. Peradaban ini terdiri atas sejarah dan budaya beberapa Negara sejak enam abad. Cina memiliki sistem penulisan yang konsisten sejak dahulu dan masih digunakan hingga kini. Banyak penemuan-penemuan penting bersumber dari peradaban Cina kuno, seperti kertas, kompas, dan materi-materi cetak. Peradaban Cina dimulai dari Cina Utara yaitu Laut Kuning (Huang ho), sungai kuning besumber dari pegunungan Kwen Lun di Tibet. Setelah memalui pegunungan Cina utara, sungai panjang membawa lumpur kuning. Daerah sungai Huang Ho subur dikarenakan lumpur kuning yang dibawa oleh sungai tersebut. Berbagai Dinasti – Dinasti juga pernah menancapkan kekuasaan di Cina antara lain Dinasti Shang, Dinasti Chou, Dinasti Chin, Dinasti Han, Dinasti Sui, Dinasti Tan, dan lain-lain.
Di Lembah Sungai Hwang-Ho yang subur ini, pada tahun 2500 SM, tumbuh peradaban manusia yang didukung oleh bangsa Han. Bangsa tersebut merupakan campuran ras Mongoloid dengan ras Kaukasoid. Menurut cerita, pada sekitar 1800-1600 SM di Lembah Sungai Hwang-Ho telah berdiri pemerintahan Dinasti Hsia dengan dasar budaya perunggu, tetapi masyarakatnya belum mengenal tulisan.
Huang Ho (Sungai Kuning) sungai terbesar kedua di Cina setelah sungai Yang She. Panjang 4.600 km,  luas daerah aliran 980.000 km2. Bermata air di pegunungan K’un Lu, di bagian muara membentuk delta di Laut Kuning. Huang Ho merupakan sungai berlumpur terbesar di dunia (6 kg/m3). Karenanya dinamakan sungai kuning disebabkan karena endapan lumpur yang dikandungnya berwarna kuning.
Daerah pegunungan Cina terdiri dari dua pegunungan yaitu pegunungan cina Utara dan Cina Selatan. Di dataran tinggi sebelah Utara mengalir sungai Huang Ho. Di sepanjang pegunungan Utara itulah terletak pagar tembok Cina yang sangat terkenal. Panjangnya kira-kira kurang lebih 3.000 km, tingginya kira-kira 16 m.
Tumbuh dan berkembangnya kebudayaan Cina di Lembah Sungai Hwang-Ho didukung oleh beberapafaktor sebagai berikut : Air Sungai Hwang-Ho membeku pada musim dingin, sehingga sulit bagi masyarakat Cina melaksanakan aktivitas kehidupannya. Ketika musim semi tiba, salju-salju mencair dan menimbulkan air bah serta menggenangi dataran rendah yang amat luas. Keadaan tersebut dihadapi oleh masyarakat Cina dengan membuat tanggul raksasa. Sungai Hwang-Ho disebut Sungai Kuning, karena air yang mengalir berwarna kuning.
Pemujaan dan penghormatan kepada leluhur sangat di junjung tinggi oleh masyarakat Cina. Anak laki-laki mempunyai kewajiban berdoa untuk arwah orang tua atau leluhur secara periodik. Sebagai penghormatan, makam leluhur dibangun di tempat yang tinggi dan subur. Bangsa Cina juga percaya kepada dewa-dewa alam (dewa sungai, dewa gunung, dewa laut, dan lain-lain) serta siluman-siluman (ular, kera, babi, dan lain-lain). Dewa tertinggi adalah dewa Shang Ti (dewa angin).
Masyarakat lembah sungai kuning menganut polytheisme. Mereka memuja dewa-dewi yang mempunyai kekuatan alam. Dewa yang mereka sembah antara lain: Feng Pa (dewa angin ), Lei -Shih (dewa angin topan yang digambarkan sebagai naga besar), Tai Shan (dewa yang menguasai bukit suci ), Ho Po (dewa penguasa sungai Hoang-Ho). Untuk memuja Ho Po setiap tahun diadakan upacara yang dipimpin oleh para pendeta perempuan dengan memberi sesaji berupa gadis tercantik di Cina yang diterjunkan di sungai Hoang Ho tersebut.
Sekitar abad ke delapan SM, negeri Cina diperintah oleh raja-raja yang lemah, yang tidak dapat lagi memaksa penguasa-penguasa daerah. Maka timbullah perang saudara. Negeri menjadi mangsa daripada keributan, wabah dan penderitaan. Dalam jaman serba susah itu, muncullah ahli-ahli fikir yang terkenal yang hidup pada masa itu antara lain yaitu Lao-tze (605-531 SM).
Ajaran Lao-tze tercantum dalam buku karangannya yang berjudul Tao-te-ching. Bukunya sangat ringkas dan indah, Lao-tze percaya bahwa ada kepercayaan semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal bernama Tao. Kalau ingin mencapai keutamaan yang sebenarnya haruslah orang menyesuaikan dengan Tao itu. Lao-tze ini lazim disebut Taoisme. Taoisme tidak  seberapa besar berpengaruh terhadap orang orang Cina, bila dibanding dengan ajaran-ajaran Kong Fu-tze, yang oleh orang Barat dimanakan Confucianisme.
Ajaran Kong Fu-tze ini berdasarkan Tao juga, menurut Kong Fu-tze Tao adalah kekuatan yang mengatur segala-galanya daalam alam semesta ini, sehingga tercapai keselarasan. Masyarakat manusia adalah bagian dari alam semesta itu. Maka tata cara hidup manusia diatur oleh Tao. Oleh karena itu setiap orang harus menyukai diri dengan ajaran Tao, agar dalam masyarakat terdapat keselarasan pula. Segala bencana yang terjadi di dunia ini karena manusia menyalahi aturan Tao itu.
Confusianisme ini selama 24 abad dianggap oleh bangsa Cina sebagai pegangan yang sebenarnya bagi perorangan, maupun bagi kerjaan. Bahkan sampai jaman sekarang ajaran ini masih sangat berpengaruh besar terhadap cara hidup, berfikir sebagian besar penduduk Cina.
Dinasti yang pernah berkuasa di Cina diantaranya : Dinasti Shang merupakan Dinasti yang pertama dengan pusat pemerintahan di lembah sungai Huang Ho, kebudayaan ayng terkenal adalah kebudayaan Lung Shan dengan peninggalan bejana-bejana, kereta kuda dan sisitem penulisan. Setelah itu, Dinasti Chou memiliki pusat pemerintahan di sungai Yang Tze Kiang. Kemudian di pegang oleh Kaisar pertama Dinasti Chin bernama Shing Huang Ti. Peninggalan yaitu pembukuaan dan tembok raksasa Cina. Kemudian pada masa Dinasti Han ini Cina mengalami perpecahan cukup serius. Nah, setelah itu Dinasti Sui berhasil mempersatukan Cina kembali. Kemudian Dinasti Tang dipimpin oleh Tang Tai Tsung, kebijakan yang mampu menarik hati orang ialah: Membuat peraturan baru tentang pajak, mengatur perundang – undangan yang mengatur pembagian tanah, membagi Cina menjadi 10 provinsi. Setelah itu, pada masa Dinasti Sung penduduk diperbolehkan menduduki jabatan penting dalam kerajaan asalkan mereka terpelajar dan pintar serta mau mengembangkan ajaran neo-Konfusianisme. Kemudian Dinasti Yuan didirikan oleh bangsa Mongol yang telah berhasil menghancurkan dinasti Sung, yang terletak di Cina utara yaitu di sungai Huang Ho. Bangsa Mongol berhasil di usir oleh Dinasti Ming, namun Mongol sangat jaya sebelum diusir oleh dinasti Ming.
5.      Peradaban Romawi
Romawi Kuno adalah sebuah peradaban yang tumbuh dari negara-kota Roma didirikan di Semenanjung Italia di sekitar abad ke-9 SM. Selama keberadaanya selama 12 abad, kebudayaan Romawi berubah dari sebuah monarki ke sebuah republik oligarki sampai ke kekaisaran yang luas. Dia datang untuk mendominasi Eropa Barat dan wilayah sekitar di sekitar Laut Tengah melalui penaklukan dan asimilasi. Namun beberapa faktor menyebabkan kemerosotannya. Sebelah barat kekaisaran, termasuk Hispania, Gaul, dan Italia, akhirnya pecah menjadi kerajaan merdeka pada abad ke-5; kekaisaran timur, diatur dari Konstantinopel, disebut sebagai Kekaisaran Romawi Timur setelah tahun 476, tanggal tradisional "kejatuhan Romawi" dan kelanjutannya Zaman Pertengahan.
Peradaban Romawi seringkali dikelompokan sebagai "klasik antik" bersama dengan Yunani kuno, sebuah peradaban yang menginspirasikan banyak budaya Romawi Kuno. Romawi Kuno menyumbangkan banyak kepada pengembangan hukum, perang, seni, literatur, arsitektur, dan bahasa dalam dunia Barat, dan sejarahnya terus memiliki pengaruh besar dalam dunia sekarang ini.
Romawi awal adalah sebuah monarki yang dipimpin oleh seorang raja. Semua raja romawi dipilih oleh rakyat roma kecuali Romulus yang menjadi raja karena dia yang mendirikan Roma. Raja berdaulat penuh, oleh sebab itu, raja sebagai kepala pemerintahan, kepala negara, pemimpin legislatif, panglima tertinggi, pemimpin agama, dan hakim agung.
Raja romawi diantaranya : Romulus, Numa Pompilius, Tullus Hostilius, Ancus Marcius, Tarquinius Priscus, Servius Tullius, dan Tarquinius Superbus. Pada masa raja yang terakhir memerintah sangat kejam. Dan raja pun mencabut banyak konstitusi yang telah ditetapkan oleh pendahulunya. Masa akhir kerajaan romawi saat peristiwa pemerkosaan Lucretia yang kemudian membuat rakyat memberontak dan menggulingkan kekuasaannya. Setelah itu Romawi pun berubah menjadi republik.
6.      Peradaban Yunani
Yunani Kuno adalah peradaban dalam sejarah Yunani yang dimulai dari periode Yunani Arkais pada abad ke-8 sampai ke-6 SM, hingga berahirnya Zaman Kuno dan dimulainya Abad Pertengahan Awal. Peradaban ini mencapai puncaknya pada periode Yunani Klasik, yang mulai berkembang pada abad ke-5 sampai ke-4 SM. Pada periode klasik ini Yunani dipimpin oleh negara-kota Athena dan berhasil menghalau serangan Kekaisaran Persia. Masa keemasan Athena berakhir dengan takluknya Athena kepada Sparta dalam Perang Peloponnesos pada tahun 404 SM. Seiring penaklukan oleh Aleksander Agung, kebudayaan Yunani, yang dikenal sebagai peradaban Hellenistik, berkembang mulai dari Asia Tengah sampai ujung barat Laut Tengah.
Istilah "Yunani Kuno" diterapkan pada wilayah yang menggunakan bahasa Yunani pada Zaman Kuno. Wilayahnya tidak hanya terbatas pada semenanjung Yunani modern, tapi juga termasuk wilayah lain yang didiami orang-orang Yunani, di antaranya Siprus dan Kepulauan Aigea, pesisir Anatolia (saat itu disebut Ionia), Sisilia dan bagian selatan Italia (dikenal sebagai Yunani Besar), serta pemukiman Yunani lain yang tersebar sepanjang pantai Kolkhis, Illyria, Thrakia, Mesir, Kyrenaika, Galia selatan, Semenanjung Iberia timur dan timur laut, Iberia, dan Taurika.
Antikuitas Klasik di Yunani didahului oleh Zaman Kegelapan Yunani (1100 - 750 SM), yang secara arkeologis dicirikan dengan gaya tembikar protogeometris dan geometris, yang dilanjutkan oleh Periode Oriental, yaitu pengaruh yang kuat terhadap Yunani dari budaya Suriah-Hittit, Asiria, Punisia dan Mesir.
Sejarah Yunani pada Antikuitas Klasik dapat dibagi menjadi beberapa periode berikut:
Ø  Periode Arkais (750 - 500 SM) adalah ketika para seniman mmebuat patung berdiri dalam pose yang kaku dan keramat dengan 'senyum arkais'. Periode Arkais biasanya disebut bekahir dengan penggulingan kekuasaan tiran Athena yang terakhir pada 510 SM.
Ø  Periode Klasik (500 - 323 SM) dicirikan dengan gaya yang oleh para pengamat berikutnya disebut sebagai contoh, atau klasik, misalnya Parthenon. Dalam politik, periode Klasik didominasi oleh Athena dan Liga Delos pada abad ke-5 SM, yang digantikan oleh Hegemoni Sparta pada awal abad ke-4 SM, sebelum kekuasaan beralih pada Thebes dan Liga Boiotia dan akhirnya pada Liga Korinthos yang dipimpin oleh Makedonia.
Ø  Periode Hellenistik (323-146 SM) adalah ketika budaya dan kekuasaan Yunani menyebar sampai ke Timur Dekat dan Timur Tengah. Periode ini dimulai setelah kematian Aleksander Agung dan berakhir dengan penaklukan Yunani oleh Romawi.
Ø  Yunani Romawi adalah periode yang berlangsung sejak Romawi menaklukan Korinthos dalam Pertempuran Korinthos pada 146 SM sampai didirikannya Bizantium oleh kaisar Konstantinus sebagai ibukota Kekaisaran Romawi pada 330 SM.
Ø  Fase akhir Antikuitas adalah periode Kristenisasi dari akhir abad ke-4 M sampai abad ke-6 M, biasanya disebut berakhir setelah ditutupnya Akademi Neoplatonik oleh kaisar Yustinianus I pada 529 M.
Pada abad ke-6 SM beberapa negara kota telah tumbuh menjadi kekuatan dominan Yunani, antara lain Athena, Sparta, Korinthos, dan Thebes. Masing-masing menaklukkan wilayah pedesaan dan kota kecil sekitarnya. Sementara Athena dan Korinthos juga menjadi kekuatan maritim dan perdagangan terkemuka.
Pertumbuhan penduduk yang pesat pada abad ke-8 dan ke-7 SM telah mengakibatkan perpindahan penduduk Yunani ke koloni-koloninya di Yunani Besar (Italia selatan dan Sisilia), Asia Minor dan wilayah lainnya. Emigrasi ini berakhir pada abad ke-6 yang pada saat itu dunia Yunani, secara budaya dan bahasa, mencakup kawasan yang jauh lebih luas dari negara Yunani sekarang. Koloni Yunani ini tidak diperintah oleh kota pembangunnya, meskipun mereka tetap menjalin hubungan keagamaan dan perdagangan.
7.      Peradaban Assyiria
Pada 700 SM era negara-negara kecil telah berakhir dengan munculnya kerajaan Asyur. Asyur berasal dari nama negara-kota Ashur (Assur). Kota ini adalah tunduk kepada raja Agade, Manishtushu, dan Ur III raja, Amar-Sin.
Selama periode III Ur, Ashur juga muncul sebagai nama dewa pelindung kota. Para sarjana telah menyarankan bahwa dewa namanya berasal dari kota dan, memang, bahkan mungkin mewakili idealisasi religius kekuasaan politik kota itu. Asiria atau Asyur juga ialah kerajaan yang berpusat di hulu sungai Tigris, Mesopotamia, Irak.
Nama kerajaan ini berasal dari ibukotanya, kota Asyur. Istilah Asiria juga dapat merujuk pada region dimana kerajaan ini berpusat. Kontribusi besar orang Asyur adalah penyatuan paksa lemah, negara tidak stabil dan pembentukan sebuah organisasi kekaisaran efisien.
Bangsa Asyiria merupakan bangsa yang militan dan sangat kejam. Assyria membangun ibukotanya di kota Ninive. Pemerintahan bangsa Assyria bercorak militer. Bangsa Assyria digelari sebagai bangsa Roma dari Asia. Sebab muncul gelar tersebut ialah karena seperti bangsa Romawi, bangsa Assyria merupakan penakluk daerah-daerah di sekitarnya sehingga berhasil membentuk imperium yang besar. Wilayah Assyria membentang dari teluk Persia sampai Laut Tengah. Mereka sangat ditakuti oleh bangsa lain karna pasukan infantri, kavaleri dan tentara dengan kereta perangnya sangat kuat.
Asyur terletak di utara Mesopotamia dan meliputi empat negara: Di Suriah itu meluas barat ke sungai Efrat, di Turki itu meluas utara ke Harran, Edessa, Diyarbakir, dan Danau Van, di Iran itu meluas ke timur ke Danau Urmi, dan di Irak, meluas ke sekitar 100 mil selatan Kirkuk. Ini adalah jantung Asyur, dari mana begitu banyak Timur Dekat kuno datang untuk dikontrol.
Dua sungai besar dijalankan melalui Asyur, Tigris dan Euhprates, dan yang lebih kecil, yang paling penting yang menjadi Zab Hulu dan Hilir Zab, baik sungai untuk Tigris. Strategis di sekitar Tigris dan dua Zabs adalah kota Asyur Niniwe, Ashur, Arbel, Nimrod dan Arrapkha.
Untuk bagian utara dan timur Asyur kebohongan pegunungan Taurus dan Zagros. Ke barat dan selatan terletak sebuah dataran tinggi, batu kapur besar yang rendah.
Tanah Asyur kaya dan subur, dengan bidang tumbuh ditemukan di setiap daerah. Dua daerah yang luas terdiri dari lumbung Asyur: Arbel dataran dan dataran Niniwe. Untuk hari ini daerah-daerah produsen tanaman tetap kritis. Ini adalah dari mana Asyur berasal kekuatannya, karena bisa memberi makan populasi besar profesional dan pengrajin, yang memungkinkan untuk memperluas dan memajukan seni peradaban. Jenis ras Asyur adalah bangsa Semit asli Mesopotamia. Mereka Caucasoids Mediterania, dan etnis berbeda dari orang Arab dan Yahudi.
Asyur telah menggunakan dua bahasa sepanjang sejarah mereka: Asyur kuno (Akkadia), dan Modern Asyur (neo-Siria). Akkadia ditulis dengan sistem penulisan kuno berbentuk baji, pada tablet tanah liat, dan digunakan dari awal sampai sekitar 750 SM. Dengan 750 SM, cara baru menulis, pada perkamen, kulit, atau papirus, dikembangkan, dan orang-orang yang membawa metode penulisan dengan mereka, Aram, akhirnya akan melihat bahasa mereka, Aram, Assyria Kuno menggantikan karena teknologi terobosan dalam menulis. Dibuat Aram bahasa resmi kedua dari kerajaan Asyur di 752 SM Meskipun beralih ke bahasa Aram Asyur, itu bukan transplantasi grosir.
Ashurism adalah agama pertama dari Asyur. Kata yang sangat Asyur, dalam bentuk Latin, berasal dari nama Ashur, dewa Asyur. Asyur terus berlatih sampai 256 Masehi Ashurism, meskipun pada saat itu, kebanyakan Asyur telah menerima kekristenan. Memang, Asyur adalah bangsa pertama yang menerima Kristen, dan Gereja Asiria didirikan pada 33 AD oleh Thomas, Bortholemew dan tadeus.
Bangsa Asyiria merupakan bangsa yang militan dan sangat kejam. Assyria membangun ibukotanya di kota Ninive. Pemerintahan bangsa Assyria bercorak militer.  Bangsa Assyria digelari sebagai bangsa Roma dari Asia. Sebab muncul gelar tersebut ialah karena seperti bangsa Romawi, bangsa Assyria merupakan penakluk daerah-daerah di sekitarnya sehingga berhasil membentuk imperium yang besar. Wilayah Assyria membentang dari teluk Persia sampai Laut Tengah. Mereka sangat ditakuti oleh bangsa lain karna pasukan infantri, kavaleri dan tentara dengan kereta perangnya sangat kuat. daerah maka dibangunlah jalan raya yang bagus.
Selain kehidupannya yang bercorak militer, bangsa Assyria juga membangun negerinya menjadi sangat maju antara lain di bidang pendidikan. Salah seorang raja Assyria yang terkenal adalah Assurbanipal. Pada masa pemerintahannya ia meninggalkan 22000 buah lempengan tanah liat yang tersimpan di perpustakaan Niniveh. Lempengan (tablet-tablet) tersebut memuat tulisan tentang masalah keagamaan, sastra, pengobatan, matematika, ilmu pengetahuan alam, kamus dan sejarah. Asyur sendiri telah menggunakan dua bahasa sepanjang sejarah mereka: Asyur kuno (Akkadia), dan Modern Asyur (neo-Siria).
Budaya Assyria diimlakkan oleh agama. Bahasa juga terikat pada gereja baik juga untuk kegunaan bahasa Syriaknya dalam liturgi. Perayaan berlaku semasa cuti beragama seperti Easter dan Krismas. Terdapat juga cuti sekular seperti Akitu (Tahun Baru Assyria).
8.      Perbandingan Penguasa Cina dan Romawi
a.       Romawi
-          Sistem pemerintahannya yaitu kerajaan (yang dipilih oleh senat), republik, dan kekaisaran
-          Rajanya tetap
-          Dalam kegiatan politik ada 3 pihak yang berkuasa, diantaranya : senat (memiliki wewenang), konsul, dan diktator.
-          Fase kekaisaran Romawi : persempurnaan dan pemberian gelar.
-          Romawi sudah ada kelas bangsawan yang menjadi penguasa, militer, dan petani.
b.      Cina
-          Sistem pemerintahannya yaitu kerajaan, kekaisaran dan republik
-          Dinasti dipilih secara turun temurun
-          Pada masa pra sejarah, penduduk cina berkumpul menyatu, pemimpin dipilih oleh masyarakat (dipilih oleh orang yang paling bijak) hal ini berlangsung sampai kaisar Tho.
-          Awalnya demokratis berubah menjadi monarki
Romawi dan Cina didukung oleh masyarakat agraris dan kelautan. Dari segi arsitektur bangsa romawi peninggalannya yaitu kolosium (kotak terlarang) dan Cina yaitu tembok cina. Tempat peribadatan orang cina biasa disebut dengan kelenteng.
9.      Demokrasi Yunani dan Indonesia
Kata demokrasi berasal dari Yunani, “demos” dan “cratos”. Pada abad ke 10 SM pemerintahan dari rakyat. Setiap rakyat adalah anggota dari badan yang menjalankan pemerintahan. Demokrasi berhubungan dengan toleransi. Kelebihan dari demokrasi yaitu masyarakat di beri kesempatan untuk memilih. Sedangkan kekurangannya dalam pemilihan itu masyarakat bisa saja salah dalam memilih. Plato prihatin dengan demokrasi, “ jika yang menang dalam demokrasi ini bukanlah orang yang berpendidikan maka, hancurlah negara ditangannya”. Demokrasi di Yunani tidak menghargai wanita.
Aristoteles membagi pemerintahan di Yunani menjadi beberapa bentuk, antara lain monarki, oligarki, tirani, dan demokrasi. Sebagian besar kota di Yunani pada awalnya menerapkan monarki, kemudian berganti oligarki, kemudian tirani, kemudian demokrasi, namun pada tiap periode ada beberapa negara kota yang menggunakan sistem yang berbeda-beda pula, bahkan ada beberapa yang tidak pernah menerapkan tirani atau demokrasi sama sekali.
Pada Zaman Perunggu Akhir, disebut periode Mykenai, antara tahun 2000 SM dan 1200 SM, semua negara kota Yunani tampaknya menerapkan monarki yang dipimpin oleh raja. Naskah Iliad karya Homeros menceritakan banyak raja yang berkuasa di kota-kota Yunani, di antaranya Agamemnon dan Theseus. Beberapa istana raja dari masa ini berhasil ditemukan oleh para arkeolog.
Setelah Zaman Kegalapan berakhir, hanya sedikit negara kota Yunani yang masih memiliki raja. Salah satunya adalah Sparta, yang tak hanya mempertahankan jabatan raja, namun juga memiliki dua raja yang berkuasa bersama-sama. Pada masa perang, salah satu raja biasanya tetap tinggal di kota sementara yang satunya pergi berperang. Sebagian besar negara kota pada periode Arkaik menerapkan sistem oligarki, yang mana pemerintahan dipimpin oleh para aristokrat (orang kaya). Kemudian pada tahun 600-an SM dan 500-an SM, banyak negara kota yang dipimpin oleh tiran. Tiran biasanya merupakan seorang aristokrat yang berhasil memperoleh banyak sekali dukungan dari orang miskin.
Pada tahun 10 SM, negara kota Athena menciptakan pemerintahan demokrasi pertama, dan dengan cepat negara-negara kota Yunani lainnya meniru Athena. Bahkan negara-kota yang bukan Yunani, seperti Kartago dan Romawi, mencoba-coba sistem ini dengan cara memberi lebih banyak kekuasaan pada orang miskin. Namun demokrasi Athena tidak benar-benar memberi kekuasaan pada setiap orang. Sebagian besar orang Athena tetap tak dapat memilih, terutama perempuan, budak, anak-anak, dan orang asing. Selain itu, pada masa ini Athena menguasai banyak negara kota Yunani lainnya, dan rakyat dari kota yang dikuasai oleh Athena juga tak dapat memilih.
Pada era Presiden Soekarno, Indonesia sempat menganut demokrasi terpimpin tahun 1956. Indonesia juga pernah menggunakan demokrasi semu (demokrasi pancasila) pada era  Presiden Soeherto hingga tahun 1998 ketika Era Soeharto digulingkan oleh gerakan mahasiswa. Setelah era Seoharto berakhir Indonesia kembali menjadi negara yang benar-benar demokratis mulai saat itu.  Pemilu demokratis yang diselenggarakan tahun 1999 dimenangkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Pada tahun 2004 untuk pertama kali Bangsa Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum presiden. Ini adalah sejarah baru dalam kehidupan demokrasi Indonesia.
10.  Peradaban Thailand
Fosil tanaman dan hewan telah ditemukan di banyak daerah di Thailand, khususnya di Dataran Tinggi Korat di timur laut Thailand. Sebagian besar fosil hewan yang ditemukan adalah dari dinosaurus, yang mana saat ini terutama untuk era Jurassic bukti tertua dari dinosaurus tersebut terdapat di Asia Tenggara. Tulang dinosaurus terbungkus dalam batu pasir di perbukitan Wiang Phu dari provinsi Khon Kaen yaitu Phuwiangosaurus sirindhornae, dinosaurus raksasa pemakan tanaman yang memiliki leher panjang dan ekor serta kepala kecil.
Empat spesies lain dari dinosaurus yang digali di Phu Wiang termasuk isanensis Siamotyrannus, versi yang lebih kecil dari Tyrannosaurus rex, Siamosauraus suteethorni, seperti buaya, Compsognathus, dinosaurus terkecil di dunia, dan ornithomimosaur, sebuah dinosaurus seperti  burung unta. Di dekat provinsi Chaiyaphum dua spesies dinosaurus  baru lainnya ditemukan: Psittacosaurus sattayaraki, dinosaurus mirip dengan paruh burung beo, dan Isanosaurus attavipachi, yang mirip dengan Phuwiangosaurus. Fosil Homo erectus juga telah ditemukan di Thailand. Dikenal sebagai orang Lampang untuk penemuannya di provinsi Lampang, saat ini sudah sekitar 1.000.000 - 500.000 tahun yang lalu di Era pleistosen.  Bukti manusia pertama yang hidup di zaman Thailand modern ditemukan di Ban Chiang, dekat Udon Thani di Thailand timur laut, situs makam dan artefak termasuk alat-alat perunggu dan gerabah memberikan bukti masyarakat yang dianggap memiliki pengetahuan tentang budidaya padi dan menempati  daerah tersebut terus menerus dari 2100-200 SM,pada masa Neolitik ke Zaman Besi.
Thailand pertama kali dihuni oleh Mon dan kelompok Khmer dan kemudian oleh Tai, sebuah kelompok etnis yang bermigrasi dari selatan Cina ke Vietnam dan secara bertahap ke Laos dan utara Thailand.
Pada abad pertama Masehi, bangsa Tai telah tersebar di Yunan, Vietnam, Laos, Thailand, dan Myanmar terpecah ke dalam berbagai sekte sub linguistik. Relatif sedikit bangsa thai di wilayah selama periode tersebut, Tai menempati daerah sampai Asia Tenggara bagian utara, diapit antara kerajaan Nan Zhao, Pyu, dan Angkor.
Dimulai pada sekitar abad ke-2 Masehi, Kekaisaran Sriwijaya di Sumatera memperluas jangkauannya sampai Semenanjung Malaysia ke Thailand selatan. Nakhon Si Thammarat dan Chiaya, Surat Thani didirikan selama periode tersebut untuk memfasilitasi perdagangan di seluruh Genting tanah Kra.
Sekitar abad ke 6 hingga abad ke 9, dataran rendah yang subur dihuni oleh peradaban Mon yang dikenal sebagai Dvaravati. Berbeda dengan kerajaan tetangganya Chenla dan Angkor, Dvaravati tetap menjadi peradaban kota misterius yang didirikan dikelilingi oleh parit dan dinding tanah, Lopburi sebagai pelayanan pusat keagamaan penting dan Nakhon Pathom yang dekat dengan ibukota Bangkok. Walau banyak yang tidak diketahui di dunia ini , rute perdagangan Dvaravati sudah terbukti internal dan eksternal yang penting bagi perkembangan Thailand dan meninggalkan kekayaan karya seni Buddha yang membuktikan pengaruh besar kebudayaan India dan agama telah di wilayah tersebut.
Dari abad ke 9 hingga abad ke 11 bangsa Khmer Angkor memperluas kerajaan mereka dengan mencakup sebagian besar dari zaman Thailand modern, provinsi  kota-kota penting didirikan oleh Phimai, Lopburi dan bahkan Nakhon Si Thammarat. Selama beberapa abad banyak aspek budaya Khmer yang digunakan/ diserap oleh penduduk asli, Tai menjadi semakin meningkat dengan populasi tersebut sehingga bermigrasi ke selatan. Candi-candi di Rung Phanom, Phimai, dan Lopburi adalah periode sejarah Thailand.
Sepanjang pemerintahan Angkor, Lopburi sering menyatakan kemerdekaan dan itu penting untuk perkembangan budaya Syam. Bangsa Cina, yang disebut utusan dari daerah sebagai perwakilan "Hsien" atau Siam (tampak seperti yang diucapkan) mendokumentasikan permintaan dari kemerdekaan Lopburi meminta dari Angkor sejak 1001.

SUMBER REFERENSI
Hasil diskusi selama 1 Semester
http://www.wikipedia.org . Sejarah Dunia. 20 Desember 2013. 20.00 WIB
Kuntojo, Sutrisno.1976. Dkk. Sejarah Dunia I. Jakarta: Wijaya.
Sadli. Hasan. Ensiklopedi Indonesia. Jakakarta: ICHTIAR BATU VAN HOEVE. 1982.
Tim Penyusun. 2003. Materi Kuliah Sejarah Perkembangan Agama Buddha. Jakarta; CV Dewi Kalyana Abadi.
Wahyono, Mulyadi. 1992. Sejarah Perkembangan Agama Buddha 1. Jakarta: Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Buddha dan Universitas Terbuka.
Wise Bauer, Susan. 2011. Sejarah Dunia Kuno Dari Cerita Terta sampai Jatuhnya Roma. Jakarta: PT.Elex Komputindo






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

just share!