DINASTI AYYUBIYAH
Makalah ini Di Susun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Sejarah Islam Periode Pertengahan
Dosen Pembimbing : Dr. Hj.
Siti Maryam, M.Ag
Di Susun Oleh :
Sri Windari (12120004)
Sri Windari (12120004)
Herlinda Rahmawati (12120006)
Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam
Fakultas Adab dan Ilmu Budaya
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Yogyakarta
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Masalah
Ketika kita membaca tentang sejarah islam, maka kita akan menemukan
tentang dinasti-dinasti islam yang berperan dalam pembentukan suatu peradaban
islam baik pada masa klasik maupun pertengahan. Dari awal dinasti pertama muncul yaitu dinasti
Umayyah, Abbasiyah, Fathimiyah, Ayyubiyah, hingga Turki Utsmani dinasti
terakhir islam. Setiap dinasti–dinasti tesebut telah memberikan suatu andil
yang sangat berarti, memberikan peran penting demi tersambungnya suatu
peradaban islam, seperti dalam bidang pendidikan, politik, kesenian,
kebudayaan, dan bangunan.
Salah satu yang akan di bahas pada makalah ini adalah dinasti
Ayyubiyah mulai dari sebab musabab adanya, berdirinya, perkembangannya, para
pemimpin yang berkuasa pada saat itu, berbagai prestasi yang telah diraih,
perjuangannya, sebab-sebab kemajuan, kemunduran hingga kehancurannya.
Di harapkan setelah membaca makalah, pembaca dapat mengetahui
tentang sejarah dan peran andil dinasti Ayyubiyah terhadap islam, serta dapat
mengambil ibrah/pelajaran dari apa yang telah terjadi pada Dinasti Ayyubiyah
untuk masa depan yang lebih baik.
2.
Rumusan Masalah
-
Berdirinya
Dinasti Ayyubiyah
-
Tokoh-tokoh dan
penguasa Dinasti Ayyubiyah
-
kemunduran
Dinasti Ayyubiyah
-
Hasil-Hasil
kebudayaan Masa Dinasti Ayyubiyah
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Dinasti
Ayyubiyah
A.
Sejarah
Berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah atau Dinasti Ayyubiyah
adalah dinasti muslim dari bangsa Kurdi yang menguasai Mesir, Suriah, Yaman
(kecuali pegunungan Utara), Diyar Bakr, Makkah, Hijaz, dan Irak Utara pada abad
ke-12 dan 13. Dinasti Ayubiyyah didirikan oleh Salahuddin Al-Ayubbi yang bersama Shirkuh menaklukan Mesir untuk Raja Zengiyyah Nuruddin dari Damaskus pada 1169 M.
Nama ini berasal dari ayah
Salahuddin, Najm ad-Din Ayyub. Pada tahun 1171M, Salahuddin menggulingkan
Khalifah Fatimiyyah terakhir. Ketika Nur ad-Din
meninggal pada 1174M,
Salahuddin menyatakan perang terhadap anak lelaki muda Nuruddin, As-Salih Ismail,
dan menguasai Damaskus. Ismail melarikan diri ke Aleppo, dimana ia terus berjuang melawan
Salahuddin hingga terbunuh pada 1181M.
Setelah itu, Salahuddin mengambil alih kawasan pedalaman hingga seluruh Suriah,
dan menakluki Jazirah di Irak Utara. Pencapaian terbesarnya adalah mengalahkan tentara salib dalam Pertempuran Hattin dan
penaklukan Baitulmuqaddis pada 1187M. Salahuddin meninggal pada 1193M setelah menandatangani
perjanjian dengan Richard I dari Inggris yang memberi
kawasan pesisir dari Ashkelon hingga
Antiokhia kepada
tentara salib.
B.
Tokoh-tokoh dan
penguasa dinasti ayyubiyah
-
Salahuddin Al
Ayubi
Di masa pemerintahan Salahuddin, ia membina kekuatan militer yang
tangguh dan perekonomian yang berkerja sama dengan penguasa muslim di kawasan
lain. Ia juga membangun benteng kota sebagai benteng pertahanan di Kairo dan
bukit Mukattam. Pasukannya juga diperkuat oleh pasukan Barbar, Turki dan
Afrika. Disamping digalakan perdagangan dengan kota-kota di laut tengah, lautan
Hindia dan menyempurnakan sistem perpajakan. Atas dasar inilah, ia melancarkan
gerakan ofensif guna merebut Al-Quds (Yerusalem) dari tangan tentara Salib yang
dipimpin oleh Guy de Lusignan di Hittin, dan menguasai Yerusalem pada tahun
1187 M. Inipun tetap tidak merubah kedudukan Salahuddin, sampai akhirnya
Richard membuat perjanjian genjetan senjata yang di manfaatkannya untuk
menguasai kota Acre (Bosworth, 1980 : 86-87).
Saladin merupakan pemimpin bangsa Arab yang tidak tertandingi negara-negara
yang terbentang dari pegunungan Kurdistan sampai ke padang pasir Libiyan. Raja
Georgia, Armenia, Sultan Koniya, dan kaisar Constantinipel menuntut penggabungan.
Peperangan-peperangan panjang dan ketaatannya yang longgar terhadap kepercayaannya
sangat berpengaruh dalam kesehatannya, pada tahun 1199 M dia meninggal dunia di
Damaskus, kira-kira 6 bulan setelah perdamaian Ramleh (Badri Yatim, 2007 : 288).
-
Adil
Saladin digantikan oleh saudaranya, Adil. Orang-orang salib
sekarang menyadari bahwa Mesir merupakan bagian yang sangat penting sekali dari
dari negara besar Arab dan bahwa penduduknya pasti mudah menundukan Paletina
ketangan mereka (Badri Yatim, 2007 :288).
Maka dari itu Raja Palestina Jean di Brienne, memupuk pasukan untuk
menyerang dan mengambil salah satu daerah yang di kuasai islam yaitu Daimeta,
pasukan Ayyubiyah mengalami kekalahan meski telah berjuang dengan keras,
serbuan yang ganas dari orang-orang Salib membuat pasukan islam dipaksa untuk
menyerah, kejadian ini terjadi pada tahun 1218 M. Namun walaupun demikian Sutan
Adil telah berhasil mengkonsolidasikan negara besar yang di wariskan oleh
Saladin padanya. Semenjak remaja ia telah menghabiskan masanya untuk menjabat
di pemerintahan menjadi Gubernur seperti di Damascus, Edessa, Haran,
Mayyafariqin dan Yaman. Ia meninggal dunia pada tahun 1210 M karena sakit.
-
Kamil
Setelah Sultan Adil meninggal, ia mewariskan pemerintahannya pada
anaknya Al-Kamil. Sultan Ayyubiyah yang baru ini memiliki banyak sifat-sifat
yang sama dengan ayahnya. Dia adalah seorang perajurit pemberani dan gagah
perkasa juga diplomat berbakat.Tindakan pertama yang diambil oleh Al-Kamil saat
pemerintahannya adalah merebut kembali Daimeta dari orang-orang salib. Daimeta
pun dapat di rebut dengan hasil perjanjian selama 8 tahun dengan orang-orang
salib harus pergi dari daerah Mesir.
Di bawah pemerintahan Kamil Mesir mengalami kemajuan pesat. Dia
mengembangkan sistem irigasi, memperluas terusan-terusan dan mendirikan
tanggul-tanggul untuk meyakinkan keselamatan para pelancong. Dia mendirikan
benteng di Kairo dan lembaga-lembaga pendidikan seperti Darul Hadits atau
sekolah tinggi Kamiliyah (Kamiliyah college). Ibnu Khlallikan menggambarkan
tentang dia, ”Al Kamil mencintai ilmu
pengetahuan masyarakat sarjana, dia adalah seorang muslim bijaksana, soleh dan
merupakan pelindung besar bagi para sarjana”(Badri Yatim, 2007 : 292).
-
Adil 2, Salib Ayyub dan Shajar al-Durr
Kamil meninggal dunia pada tahun 635 H/1238 M. Pemimpin-pemimpin
Ayyubiyah Mesir memproklamirkan anaknya, Abu bakar sebagai Sultan Ayyubiyah dan
memberinya galar Adil 2. Saudaranya Salih Ayyub, yang ayahnya mengirimnya ke
benteng Kiva di sebelah barat sungai Tigris menolak pemerintahannya dan
berjalan menuju Mesir. Nasir, penguasa al-Karak, menghukumnya dalam penjara
kurungan, tetapi segera membebaskannya. Dia membuat persekutuan dengan Salih
dan Syria menjadi daerah kekuasaan Mesir (Badri Yatim, 2007 : 292).
Masa pemerintahan Adil 2 hanya bertahan tidak lebih dari 3 tahun.
Pemerintahannya digulingkan oleh saudaranya sendiri Salih Ayyub, dengan
perlawanan dari budak-budaknya terhadap Adil 2 akhirnya Salih Ayyub
diproklamirkan menjadi Sultan Mesir pada tahun 637 H/1240 M.
Selama pemerintahan Salih Ayyub, raja perancis banyak mengirimkan
ekspedisi perang terhadap Mesir, Salih Ayyub yang saat itu memiliki para
perajurit mamluk (budak belian) yang terlatih berhasil mengalahkan secara total
pasukan Perancis ini, meski saat itu sultan Salih Ayyub sedang mengalami sakit.
Saat itu Sultan Salih Ayyub meninggal dan istrinya Shajar al-Durr
menyenbunyikan kematian suaminya ini agar semangat umat muslim tidak turun dan
tergoyahkan. Shajar al-Durr memerintah negara dan mengatur permasalahan-permasalahan
atas nama “pemimpin yamg sakit”.
Ketika diketahui Sultan Salih Ayyub meninggal, puteranya Turansyah
ingin menggantikannya, namun putera mahkota Turansyah mati dibunuh saat
berenang oleh para budak Mamluk dan Shajar al-Durr diproklamasikan menjadi
Sultan Mesir. Karena saat itu tidak boleh ada pemimpin perempuan, maka panglima
tertinggi Mesir yang berasal dari Mamluk menikahi Shajarr dan menjadi Sultan
Dinasti Ayyubiyah pada tahun 648 H/1250M.
C.
Kemunduran Dan Kehancuran Dinasti Ayyubiyah
Setelah al-Kamil meninggal pada tahun 635 H/1238 M, Dinasti
Ayyubiyah terkoyak oleh pertentangan-pertentangan internal. Serangan salib ke-6
dapat diatasi, dan pemimpinnya, Raja Perancis St Louis, ditangkap, namun segera
setelah meninggalnya Ash-Shilah, pasukan budak Bahri Turki merebut kekuasaan di
Mesir dan menjadikan pemimpin mereka, Aybak, mula-mula sebagai Atabeg dan
kemudian sebagai Sultan pada tahun 648 H/1250 M. Pada tahun 612 H/ 1215 M
Al-Adil mengirimkan cucunya yang masih muda, Al-Mas’ud Salahuddin, bersama
seorang Atabeg untuk memerintah Yaman, tetapi Ayyubiyah tidak sanggup berbuat
apa-apa disana, dan wilayah itu beralih ke tangan bekas abdi mereka, Rasulliyah
Turki (Bosworth, 1980 : 86-87).
Keruntuhan Ayyubiyah ini terjadi di dua tempat, di wilayah barat
Ayyubiyah berakhir oleh serangan Mamluk, sedangkan di Syiria dihancurkan oleh
pasukan Mongol. Dengan demikian berakhirlah riwayat Ayyubiyah oleh dinasti
Mamluk. Dinasti yang mampu mempertahankan pusat kekuasaan dari serangan bangsa
Mongol(www.sejarahislam.com).
D.
Hasil-Hasil Kebudayaan Islam Dinasti Ayyubiyah
Dinasti Ayyubiyah mencapai kemajuan yang gemilang dan mmempunyai
beberapa peninggalan bersejarah. Kemajuan-kemajuan itu mencakup berbagai
bidang, diantaranya adalah:
-
Bidang
Arsitektur dan Pendidikan
Penguasa Ayyubiyah telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota
pendidikan. Ini di tandai dengan dibangunnya Madrasah Al-Saubiyyah pada tahun
1239 M sebagai pusat pengajaran empat Mazhab hukum dalam sebuah lembaga
Madrasah. Dibangunnya Dar al Hadist Al-Kamillah juga dibangun (1222 M) untuk
mengajarkan pokok-pokok hukum yang umum terdapat diberbagai hukum Sunni.
Sedangkan dalam bidang Arsitektur dapat dilihat pada monumen Bangsa Arab,
bangunan masjid di Beirut yang mirip gereja, serta istana-istana yang dibangun
menyerupai gereja.
-
Bidang Filsafat
dan Keilmuan
Buku konkritnya adalah Adelast
of Bath yang telah diterjemahkan, karya-karya orang Arab tentang Astronomi
dan Geometri. Penerjemahan bidang Kedokteran. Di bidang Kedokteran ini telah
didirikan sebuah rumah sakit bagi orang yang cacat pikiran.
-
Bidang Industri
Kemajuan di bidang ini dibuktikan dengan dibuatnya kincir oleh
seorang Syiria yang lebih canggih dibandingkan orang Barat. Terdapat pabrik
karpet, pabrik kain dan pabrik gelas.
-
Bidang
perdagangan
Bidang ini membawa pengaruh bagi Eropa dan negara-negara yang
dikuasai Ayyubiyah. Di Eropa terdapat perdagangan agiriculture dan
industri. Hal ini menimbulkan perdagangan internasional melalui jalur laut,
sejak saat itu dunia ekonomi dan perdagangan sudah menggunakan sistem kredit,
bank, termasuk letter of credit (LC),bahkan ketika itu sudah ada uang dari emas.
-
Bidang Militer
Selain memiliki
alat-alat perang seperti kuda, pedang, panah dan sebagainya, ia juga memiliki
burung elang sebagai kepala burung-burung dalam peperangan. Disamping itu,
adanya perang Salib telah membawa dampak positif, keuntungan di bidang
industri, perdagangan, dan intelektual, misalnya dengan
adanya irigasi (www.sejarahislam.com).
BAB
III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari pembahasan
singkat tersebut di atas kamidapat mengambil kesimpulkan sebagai berikut :
Dinasti Ayyubiyah yang didirikan oleh seorang Kuri yang beraliran
Sunni, Salahuddin Al-Ayubi, merupakan dinasti yang meruntuhkan kerajaan Fathimiyyah di Mesir yang beraliran Syiah.
Perkembangan pada berbagai bidang di masa dinasti ini sungguh sangat hebat,
mulai dari industri, pertanian, perdagangan,ilmu pengetahuan, arsitektur,
pendidikan,militer, dan filsafat. Keberhasilannya yang gemilang adalah ketika
dapat memukul mundur pasukan Salib dan mempersatukan kembali umat islam dalam
satu tujuan yang sama.
Namun kondisi seperti ini tidak berlangsuung selamanya ketika
Salahuddin meninggal konflik mulai muncul, terutama ketika masa pemerintahan
sultan Al Kamil akan habis, perselisihan internal ditambah lagi dengan
pemberontakan para budak Mamalik yang ingin menggulingkan kekuasaan Ayyubiyah,
semua ini menyebabkan runtuhnya Ayyubiyah di Mesir. Sedangkan di Syiria Ayyubiyah
ditaklukan oleh tentara Mongol.
DAFTAR
PUSTAKA
Bosworth,C.E. 1980.
Dinasti-Dinasti islam. Terj. Bandung:
Mizan
Yatim, Badri
(Ed). 2007. Sejarah Peradaban Islam, Jakarta:
Rajawali Press

(Y) like
BalasHapusbagus
BalasHapus