MUSLIM DI CHINA
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas Sejarah Islam Indonesia
Masa Kemerdekaan
Dosen Pengampu : Drs. Sujadi, MA
Di Susun Oleh :
Sri Windari
12120004
III/ C
JURUSAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM
FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Seperti
peradaban-peradaban besar lainnya, peradaban China juga berasal dari
lembah-lembah dua sungai besar yaitu sungai kuning dan sungai Yangtze. Kedua
sungai tersebut dianggap sebagai jantung peradaban China. Iklim wilayah ini
dengan rentang sangat lebar, tanah subur, dan curah hujan tinggi, namun cocok
digunakan untuk tempat tinggal manusia. Contohnya dalam bidang pertanian yaitu
seperti gandum dan beras. Dalam bidang perdagangan seperti sutra, keramik,
lada, rempah-rempah dan terakota.
Republik Rakyat
Cina berdiri pada 1949. RRC (PRC) adalah negara berpenduduk terbesar di dunia yaitu 1,3
milyar= 1/5 dunia. RRC beribukota Beijing, dan
Kota terbesar di China yaitu Shanghai. Bentuk pemerintahannya Komunis-Sosialis.
RRC Terdiri dari 22 propinsi (5 otonomi). Sebelah Selatan, berbatasan dengan
negara Vietnam, Laos dan Myanmar; sebelah Utara berbatasan dengan Russia
dan Mongolia; sebelah Barat berbatasan dengan India, Pakistan, Kyrgystan;
sebelah Timur bebrbatasan dengan Korea, Jepang, Taiwan dan Hongkong.
Agama: Ateis (59%), Tao-Buddha (33%), Budha (8%), Islam (1,8%), Kristen-Protestan (1%). Budaya
di Cina terkenal dengan Konfusianisme.
B.
Rumusan
Masalah
-
Bagaimana
sejarah islam di Cina?
-
Bagaimana
populasi dan demografinya?
-
Bagaimana
perkembangan dan corak keberagamannya?
-
Apa
masalah-masalah yang di hadapi Muslim di Cina?
PEMBAHASAN
1.
Sejarah
Muslim di Cina
Islam masuk ke
China pada Masa Khulafaur Rasyidin, yaitu masa pemerintahan Khalifah Usman Bin
Affan pada tahun 651 M. Khalifah Usman mengirim utusan (Sa’ad ibn Abi Waqqas) secara resmi ke
Changan Sebagai awal mula penyebaran Islam ke China. Tahun kedua mengirim
sebuah misi kehormatan ke istana semasa pemerintahan Kaisar Gaozong dari
Dinasti Tang (651).
Pedagang muslim
Arab dan Persia datang pertama kali ke China sekitar abad ke-7 melalui jalur
sutera di china bagian Utara, dan jalur keramik di selatan. Mereka berdagang
sambil berdakwah di China. Muslim masuk ke China pada masa Khalifah Walid dari
bani Umayah. Nah, pada saat itu pula islam menjadi bagian dari sejarah di
China. Umat islam di China dikenal dengan etnis Hui.
Pada masa Dinasti Song tahun 960-1279, sekitar
5.300 Muslim didatangkan
dari Bukhara untuk tinggal di China sebagai buffer zone antara China dan
Imperium Liao. Islam mengalami kejayaan pada masa Dinasti Mongol pada tahun 1279-1368, Yuan, dan Ming. Pada masa
Dinasti Qing dan Manchu tahun 1644-1911, umat Islam mengalami banyak kesulitan
diantaranya dilarang menyembelih hewan kurban, mendirikan masjid, dan pergi
haji. Hubungan buruk dengan Dinasti Qing menyebabkan
terjadinya banyak
pemberontakan Muslim dan berakhir dengan kebijakan Qing untuk menghapus (genocide)
Muslim di China. Bahkan jutaan Muslim
dibunuh.
Pada masa Sun Yat Sen tahun 1912,
2913-1925, semua etnis muslim Han, Muslim
Hui, Meng (Mongol), dan Tsang (Tibet) mendapat perlakuan yang sama. Sejak masa
1911-1948, Islam berkembang dengan baik. Pada masa rezim
Komunis/RRC (1949-1978) Islam kembali ditindas.
Pada
masa Deng Xiapeng (1979- ~) pemerintah memberikan kebebasan bagi Muslim dlm beragama, berbudaya, dan berbahasa.
2.
Populasi
dan Demografi
Penduduk mayoritas muslim China 90 %, Sisanya adalah penduduk turki
dan mongol 10 %. Mayoritas muslim china mengikuti Mazhab Hanafi, Muslim di
China lebih banyak di wilayah utara daripada wilayah selatan di daerah
Singkiang-Uighur dan Provinsi Chinghai mayoritas Muslim. Di Ninghsia-Hui jumlah
penduduk muslim 47 %. Di Khansu Jumlah penduduk muslim 40%. Wilayah ini menjadi
tujuan imigrasi penduduk non-muslim secara besar-besaran yang cenderung
menipiskan karakter keislaman. Tahun 1850 jumlah penduduk muslim sekitar 9.641.
kemudian 1953 jumlah muslim 10 juta. Kemudian tahun 1968 jumlah muslim 10.5 %.
Pada tahun 2012 jumlah muslim 22 juta. Sensus 1936, jumlah Muslim adalah
47.437.000 (10,5%), pada tahun 2007 jumlah penduduk 19.827.778
(1,5%). Tahun 2010 23 juta (1,8%). Muslim tinggal hampir di setiap wilayah di
China dan Muslim
mayoritas di wilayah Xinjiang–Uyghur & Chinghai. Etnis
Muslim di Cina (th 2000): Hui (9,8 juta), Uyghur (8,4 juta), Kazak (1,25 juta), Dongxiang, Kyrgyz, Salar, Tajik, Uzbek,
Bonan, & Tartar. Muslim di China terdiri dari 10
etnis: Turki (Uighur, Kazak, Kyrgyz,
Salar, Uzbek and Tatar), Persia Xinjiang, Mongol (Dongxiang and Bonan), dan Hui
di Qinghai, Gansu, and Ningxia.
Populasi
yang sebenarnya dimungkinkan lebih banyak, yaitu sekitar 32juta (2,5%).
3.
Perkembangan
dan Corak keberagaman
Sayyid Ajall
Syamsuddin menggunakan teknologi mesin hidrolik islam untuk membangun sistem
irigasi di Yunnan. Terjadi kebangkitan kembali muslim sejati di China pada
periode 1911-1948. Pada periode ini muslim membangun lebih dari 1000 Sekolah
Dasar dan perpustakaan dan banyak sekolah menengah. Banyak
universitas-universitas di China,seperti : di Beijing, Universitas central,
Tchung-San, dan Mahasiswa di Universitas-Universitas tersebut bisa mempelajari
dan berhasil mengenalkan tentang studi bahasa Arab dan islam. Majalah-majalah
studi islam China seperti : Surat kabar Islam, Majalah, Sinar Islam, Matahari
terbit, dll.
Dalam bidang
politik, banyak diantara mereka bergbung dengan Revolusi Nasionalis dan
bertempur dengan keberanian tinggi. Pada tahun 1946 lebih dari 100 wakil muslim
yang menduduki jabatan di parlemen China. Para gubernur daerah-daerah mayoritas
muslim semuanya orang Muslim : Turkestan Timur, Tsinghai, Ningsia, dan Khansu. Ada
juga yang menjadi menteri-menteri muslim.
Dalam bidang
seni kaligrafi China di padukan dengan Arab Kubilai Khan mendirikan Institusi
Astronomi Muslim pada 1271. Pengobatan cara muslim masa Dinasti Yuan. Mayoritas
Muslim China mengikuti madzhab Hanafi (Uyghur) dan Sufi (Hui).
Islam memberikan pengaruh yang cukup
signifikan di China terutama
pada aspek arsitektur (masjid) dan kaligrafi. Terdapat
sekitar 45,000 masjid. Laksamana Cheng Ho dikenal sebagai pelaut Muslim yang tangguh. Pengikutnya yang terkenal adalah Ma Huan. Bela
diri Wushu juga dikembangkan oleh bangsa Hui di China. Menjamur di Cina masjid khusus
wanita untuk mendukung
pendidikan agama bagi wanita (anak-remajatua). Lebih dari 200 imam masjid wanita
bersertifikat di Ningxia. Pada bulan April 2001, pemerintah membentuk Asosiasi
Islam China , yang bertujuan "membantu penyebaran Alquran di China dan
mereduksi radikalisme agama. Asosiasi ini dijalankan oleh 16 tokoh agama Islam
yang bertugas membuat "sebuah interpretasi yang tepat" dari Islam. Lembaga ini akan mengkompilasi dan menyebarkan teks khutbah inspiratif
yang dibuat oleh para ulama di seluruh negeri . Hal ini khawatir bahwa beberapa
ulama menggunakan khotbah untuk menyebarkan hasutan. Beberapa
contoh konsesi agama yang diberikan kepada umat Islam adalah: Muslim diperbolehkan membuat kuburan terpisah, dan Di
daerah mayoritas Muslim, pengembangbiakan babi tidak diperbolehkan.
4.
Masalah
dan tantangan yang di hadapi Muslim Cina
Pada abad 19
China merupakan abad pemberontakan muslim terus-menerus melawan penindasan. Sejak
pembentukan rezim komunis pada 1948, masjid dan sekolah-sekolah ditutup, para
imam di bunuh atau di penjarakan, struktur kekeluargaan muslim di hancurkan dan
para anggotanya di bubarkan. Periode 1952-1968, mirip dengan era Stalin di Uni
Soviet, kelaparan buatan diciptakan, penduduk muslim dibubarkan, masjid-masjid
di bakar, lembaran al-quran dirobek berserakan dan para pemimpin muslim
dianiaya dan dihina. Umat Islam suku Uighur di Xinjiang mendapatkan perlakuan diskriminatif
dari pemerintah. Sering terjadi konflik antara Uighur
dengan suku Han
(non-Muslim). Suku Han sengaja dipindahkan oleh
pemerintah di Uighur untuk menghilangkan
identitas Muslim Uighur. Propinsi Xinjiang
termasuk propinsi yang paling kaya (SDA).Uighur adalah peranakan dari Turki
yang mempunyai budaya relatif
berbeda. Uighur ‘dijajah’ China sejak 1949. Uighur
ingin merdeka dan menjadi negara Turkistan Timur. Konflik pemerintah dengan
suku Uighur menjadikan hubungan China
dan Turki memburuk. Demonstrasi Muslim Uighur pada Juli 2009 berakhir dengan penangkapan
ribuan Muslim dan terbunuhnya ratusan Muslim Uighur (Pihak Han juga mengklaim
bahwa mayoritas yang terbunuh adalah dari pihak Han). Pemerintah
Cina melarang umat Islam melaksanakan sholat Jum’at, demi keamanan umum pasca kerusuhan di Uighur. Pemerintah
“menekan” Muslim Uighur
dengan alasan antiradikalisme/terorisme dan juga dengan isu separatisme. Saat
ini, Muslim Uighur adalah minoritas di tanahnya sendiri. Ada banyak jenis sertifikasi halal
yang membuat ragu Muslim Cina.
Beberapa
organisasi Muslim di level nasional memperjuangkan hak-hak Muslim seperti :
-
Ternak
babi dilarang di daerah mayoritas Muslim.
-
Kuburan
Muslim terpisah
-
Pendirian
institusi untuk pernikahan Muslim.
-
Sertifikasi
makanan-makanan halal.
Mulai banyak orang Cina yang studi Islam di negara-negara Muslim, khususnya di Timur
Tengah. Muslim Cina juga mengadakan perjuangan
via lembaga-lembaga internasional
atas nama HAM.
MUSLIM DI CINA


KESIMPULAN
Islam masuk ke
China pada Masa Khulafaur Rasyidin, yaitu masa pemerintahan Khalifah Usman Bin
Affan pada tahun 651 M. Khalifah Usman mengirim utusan (Sa’ad ibn Abi Waqqas) secara resmi ke
Changan Sebagai awal mula penyebaran Islam ke China. Tahun kedua mengirim
sebuah misi kehormatan ke istana semasa pemerintahan Kaisar Gaozong dari
Dinasti Tang (651).
Islam memberikan pengaruh yang cukup
signifikan di China terutama
pada aspek arsitektur (masjid) dan kaligrafi. Terdapat
sekitar 45,000 masjid. Laksamana Cheng Ho dikenal sebagai pelaut Muslim yang tangguh. Pengikutnya yang terkenal adalah Ma Huan. Bela
diri Wushu juga dikembangkan oleh bangsa Hui di China.
Sampai saat ini
Muslim Cina masih belum mendapat perhatian penuh dari pemerintahan Cina,
sehingga adanya pemberontakan-pemberontakan dari Muslim Cina.
DAFTAR
PUSTAKA
Laksamana
Cheng Ho,
Kettani, M. Ali. Minoritas Muslim di Dunia Dewasa ini.
Jakarta : Raja Graffindo Persada. 2005.
Tien Ying Ma, Ibrahim. Perkembangan Islam di Tiongkok. 1979.
Hasil
diskusi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
just share!