Selasa, 21 Januari 2014

Minoritas Muslim di China

MUSLIM DI CHINA
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas Sejarah Islam Indonesia Masa Kemerdekaan
Dosen Pengampu : Drs. Sujadi, MA

Di Susun Oleh :
Sri Windari
12120004
III/ C
JURUSAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM
FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013


PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Seperti peradaban-peradaban besar lainnya, peradaban China juga berasal dari lembah-lembah dua sungai besar yaitu sungai kuning dan sungai Yangtze. Kedua sungai tersebut dianggap sebagai jantung peradaban China. Iklim wilayah ini dengan rentang sangat lebar, tanah subur, dan curah hujan tinggi, namun cocok digunakan untuk tempat tinggal manusia. Contohnya dalam bidang pertanian yaitu seperti gandum dan beras. Dalam bidang perdagangan seperti sutra, keramik, lada, rempah-rempah dan terakota.
Republik Rakyat Cina berdiri pada 1949. RRC (PRC) adalah negara berpenduduk terbesar di dunia yaitu 1,3 milyar= 1/5 dunia. RRC beribukota Beijing, dan Kota terbesar di China yaitu Shanghai. Bentuk pemerintahannya Komunis-Sosialis. RRC Terdiri dari 22 propinsi (5 otonomi). Sebelah Selatan, berbatasan dengan negara Vietnam, Laos dan Myanmar; sebelah Utara berbatasan dengan  Russia dan Mongolia; sebelah Barat berbatasan dengan India, Pakistan, Kyrgystan; sebelah Timur bebrbatasan dengan Korea, Jepang, Taiwan dan Hongkong. Agama: Ateis (59%), Tao-Buddha (33%), Budha (8%), Islam (1,8%), Kristen-Protestan (1%). Budaya di Cina terkenal dengan Konfusianisme.
B.     Rumusan Masalah
-          Bagaimana sejarah islam di Cina?
-          Bagaimana populasi dan demografinya?
-          Bagaimana perkembangan dan corak keberagamannya?
-          Apa masalah-masalah yang di hadapi Muslim di Cina?










PEMBAHASAN
1.      Sejarah Muslim di Cina
Islam masuk ke China pada Masa Khulafaur Rasyidin, yaitu masa pemerintahan Khalifah Usman Bin Affan pada tahun 651 M. Khalifah Usman mengirim utusan (Sa’ad ibn Abi Waqqas) secara resmi ke Changan Sebagai awal mula penyebaran Islam ke China. Tahun kedua mengirim sebuah misi kehormatan ke istana semasa pemerintahan Kaisar Gaozong dari Dinasti Tang (651).
Pedagang muslim Arab dan Persia datang pertama kali ke China sekitar abad ke-7 melalui jalur sutera di china bagian Utara, dan jalur keramik di selatan. Mereka berdagang sambil berdakwah di China. Muslim masuk ke China pada masa Khalifah Walid dari bani Umayah. Nah, pada saat itu pula islam menjadi bagian dari sejarah di China. Umat islam di China dikenal dengan etnis Hui.
Pada masa Dinasti Song tahun 960-1279, sekitar 5.300 Muslim didatangkan dari Bukhara untuk tinggal di China sebagai buffer zone antara China dan Imperium Liao. Islam mengalami kejayaan pada masa Dinasti Mongol pada tahun 1279-1368, Yuan, dan Ming. Pada masa Dinasti Qing dan Manchu tahun 1644-1911, umat Islam mengalami banyak kesulitan diantaranya dilarang menyembelih hewan kurban, mendirikan masjid, dan pergi haji. Hubungan buruk dengan Dinasti Qing menyebabkan terjadinya banyak pemberontakan Muslim dan berakhir dengan kebijakan Qing untuk menghapus (genocide) Muslim di China. Bahkan  jutaan Muslim dibunuh.
Pada masa Sun Yat Sen tahun 1912, 2913-1925, semua etnis muslim Han, Muslim Hui, Meng (Mongol), dan Tsang (Tibet) mendapat perlakuan yang sama. Sejak masa 1911-1948, Islam berkembang dengan baik. Pada masa rezim Komunis/RRC (1949-1978) Islam kembali ditindas. Pada masa Deng Xiapeng (1979- ~) pemerintah memberikan kebebasan bagi Muslim dlm beragama, berbudaya, dan berbahasa.
2.      Populasi dan Demografi
Penduduk mayoritas muslim China 90 %, Sisanya adalah penduduk turki dan mongol 10 %. Mayoritas muslim china mengikuti Mazhab Hanafi, Muslim di China lebih banyak di wilayah utara daripada wilayah selatan di daerah Singkiang-Uighur dan Provinsi Chinghai mayoritas Muslim. Di Ninghsia-Hui jumlah penduduk muslim 47 %. Di Khansu Jumlah penduduk muslim 40%. Wilayah ini menjadi tujuan imigrasi penduduk non-muslim secara besar-besaran yang cenderung menipiskan karakter keislaman. Tahun 1850 jumlah penduduk muslim sekitar 9.641. kemudian 1953 jumlah muslim 10 juta. Kemudian tahun 1968 jumlah muslim 10.5 %. Pada tahun 2012 jumlah muslim 22 juta. Sensus 1936, jumlah Muslim adalah 47.437.000 (10,5%), pada tahun 2007 jumlah penduduk 19.827.778 (1,5%). Tahun 2010 23 juta (1,8%). Muslim tinggal hampir di setiap wilayah di China dan Muslim mayoritas di wilayah Xinjiang–Uyghur & Chinghai. Etnis Muslim di Cina (th 2000): Hui (9,8 juta), Uyghur (8,4 juta), Kazak (1,25 juta), Dongxiang, Kyrgyz, Salar, Tajik, Uzbek, Bonan, & Tartar. Muslim di China terdiri dari 10 etnis: Turki (Uighur, Kazak, Kyrgyz, Salar, Uzbek and Tatar), Persia Xinjiang, Mongol (Dongxiang and Bonan), dan Hui di Qinghai, Gansu, and Ningxia.
Populasi yang sebenarnya dimungkinkan lebih banyak, yaitu sekitar 32juta (2,5%).
3.      Perkembangan dan Corak keberagaman
Sayyid Ajall Syamsuddin menggunakan teknologi mesin hidrolik islam untuk membangun sistem irigasi di Yunnan. Terjadi kebangkitan kembali muslim sejati di China pada periode 1911-1948. Pada periode ini muslim membangun lebih dari 1000 Sekolah Dasar dan perpustakaan dan banyak sekolah menengah. Banyak universitas-universitas di China,seperti : di Beijing, Universitas central, Tchung-San, dan Mahasiswa di Universitas-Universitas tersebut bisa mempelajari dan berhasil mengenalkan tentang studi bahasa Arab dan islam. Majalah-majalah studi islam China seperti : Surat kabar Islam, Majalah, Sinar Islam, Matahari terbit, dll.
Dalam bidang politik, banyak diantara mereka bergbung dengan Revolusi Nasionalis dan bertempur dengan keberanian tinggi. Pada tahun 1946 lebih dari 100 wakil muslim yang menduduki jabatan di parlemen China. Para gubernur daerah-daerah mayoritas muslim semuanya orang Muslim : Turkestan Timur, Tsinghai, Ningsia, dan Khansu. Ada juga yang menjadi menteri-menteri muslim.
Dalam bidang seni kaligrafi China di padukan dengan Arab Kubilai Khan mendirikan Institusi Astronomi Muslim pada 1271. Pengobatan cara muslim masa Dinasti Yuan. Mayoritas Muslim China mengikuti madzhab Hanafi (Uyghur) dan Sufi (Hui).
Islam memberikan pengaruh yang cukup signifikan di China terutama pada aspek arsitektur (masjid) dan kaligrafi. Terdapat sekitar 45,000 masjid. Laksamana Cheng Ho dikenal sebagai pelaut Muslim yang tangguh. Pengikutnya yang terkenal adalah Ma Huan. Bela diri Wushu juga dikembangkan oleh bangsa Hui di China. Menjamur di Cina masjid khusus wanita untuk mendukung pendidikan agama bagi wanita (anak-remajatua). Lebih dari 200 imam masjid wanita bersertifikat di Ningxia. Pada bulan April 2001, pemerintah membentuk Asosiasi Islam China , yang bertujuan "membantu penyebaran Alquran di China dan mereduksi radikalisme agama. Asosiasi ini dijalankan oleh 16 tokoh agama Islam yang bertugas membuat "sebuah interpretasi yang tepat" dari Islam. Lembaga ini akan mengkompilasi dan menyebarkan teks khutbah inspiratif yang dibuat oleh para ulama di seluruh negeri . Hal ini khawatir bahwa beberapa ulama menggunakan khotbah untuk menyebarkan hasutan. Beberapa contoh konsesi agama yang diberikan kepada umat Islam adalah: Muslim diperbolehkan membuat kuburan terpisah, dan Di daerah mayoritas Muslim, pengembangbiakan babi tidak diperbolehkan.
4.      Masalah dan tantangan yang di hadapi Muslim Cina
Pada abad 19 China merupakan abad pemberontakan muslim terus-menerus melawan penindasan. Sejak pembentukan rezim komunis pada 1948, masjid dan sekolah-sekolah ditutup, para imam di bunuh atau di penjarakan, struktur kekeluargaan muslim di hancurkan dan para anggotanya di bubarkan. Periode 1952-1968, mirip dengan era Stalin di Uni Soviet, kelaparan buatan diciptakan, penduduk muslim dibubarkan, masjid-masjid di bakar, lembaran al-quran dirobek berserakan dan para pemimpin muslim dianiaya dan dihina. Umat Islam suku Uighur di Xinjiang mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pemerintah. Sering terjadi konflik antara Uighur dengan suku Han (non-Muslim). Suku Han sengaja dipindahkan oleh pemerintah di Uighur untuk menghilangkan identitas Muslim Uighur. Propinsi Xinjiang termasuk propinsi yang paling kaya (SDA).Uighur adalah peranakan dari Turki yang mempunyai budaya relatif berbeda. Uighur ‘dijajah’ China sejak 1949. Uighur ingin merdeka dan menjadi negara Turkistan Timur. Konflik pemerintah dengan suku Uighur menjadikan hubungan China dan Turki memburuk. Demonstrasi Muslim Uighur pada Juli 2009 berakhir dengan penangkapan ribuan Muslim dan terbunuhnya ratusan Muslim Uighur (Pihak Han juga mengklaim bahwa mayoritas yang terbunuh adalah dari pihak Han). Pemerintah Cina melarang umat Islam melaksanakan sholat Jum’at, demi keamanan umum pasca kerusuhan di Uighur. Pemerintah “menekan” Muslim Uighur dengan alasan antiradikalisme/terorisme dan juga dengan isu separatisme. Saat ini, Muslim Uighur adalah minoritas di tanahnya sendiri. Ada banyak jenis sertifikasi halal yang membuat ragu Muslim Cina.
Beberapa organisasi Muslim di level nasional memperjuangkan hak-hak Muslim seperti :
-          Ternak babi dilarang di daerah mayoritas Muslim.
-          Kuburan Muslim terpisah
-          Pendirian institusi untuk pernikahan Muslim.
-          Sertifikasi makanan-makanan halal.
Mulai banyak orang Cina yang studi Islam di negara-negara Muslim, khususnya di Timur Tengah. Muslim Cina juga mengadakan perjuangan via lembaga-lembaga internasional atas nama HAM.
MUSLIM DI CINA


KESIMPULAN
Islam masuk ke China pada Masa Khulafaur Rasyidin, yaitu masa pemerintahan Khalifah Usman Bin Affan pada tahun 651 M. Khalifah Usman mengirim utusan (Sa’ad ibn Abi Waqqas) secara resmi ke Changan Sebagai awal mula penyebaran Islam ke China. Tahun kedua mengirim sebuah misi kehormatan ke istana semasa pemerintahan Kaisar Gaozong dari Dinasti Tang (651).
Islam memberikan pengaruh yang cukup signifikan di China terutama pada aspek arsitektur (masjid) dan kaligrafi. Terdapat sekitar 45,000 masjid. Laksamana Cheng Ho dikenal sebagai pelaut Muslim yang tangguh. Pengikutnya yang terkenal adalah Ma Huan. Bela diri Wushu juga dikembangkan oleh bangsa Hui di China.
Sampai saat ini Muslim Cina masih belum mendapat perhatian penuh dari pemerintahan Cina, sehingga adanya pemberontakan-pemberontakan dari Muslim Cina.

DAFTAR PUSTAKA
Laksamana Cheng Ho,
Kettani, M. Ali. Minoritas Muslim di Dunia Dewasa ini. Jakarta : Raja Graffindo Persada. 2005.
Tien Ying Ma, Ibrahim. Perkembangan Islam di Tiongkok. 1979.

Hasil diskusi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

just share!